banner ucapan hut ri ke 81 kabupaten oku selatan
Seram Bagian Barat

Jumat Curhat, Ini Keluhan Pedagang Pasar Piru ke Wakapolres SBB

18
×

Jumat Curhat, Ini Keluhan Pedagang Pasar Piru ke Wakapolres SBB

Sebarkan artikel ini

AktualTimes,Com, Daerah,-Pihak Kepolisian Resor Seram Bagian Barat (Polres SBB) kembali jalankan kegiatan Jumat Curhat Ngopi Bareng Bahas Ketertiban dan Keamanan Masyarakat (Ngobras Kamtibmas), Jumat (20/01/23).

Jumat Curhat yang biasa dipimpin Kapolres SBB, AKBP. Dennie A. Dharmawan, namun kali ini dipimpin Wakil Kepala Kepolisian Resor Seram Bagian Barat (Wakapolres SBB) Kompol Helda M. Siwabessy, SH.MH dengan menyasar para pedagang di Pasar Kota Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Jumat Curhat Ngobras Kamtibmas yang dipimpin Perwira Perempuan Polres SBB itu langsung melakukan tatap muka secara langsung dengan para pedagang guna membahas kondisi keamanan dan ketertiban dipasar serta mendengar setiap masukan permasalahan dan mencari jalan keluar.

Tatap muka Jumat Curhat berlangsung di dalam Pasar Piru bersama ibu-ibu para pedagang yang berada di Blok II. Dalam tatap muka tersebut dengan para pedagang didalam Pasar Kota Piru, terlihat yang paling banyak hadir adalah para ibu-ibu pedagang.

Saat tatap muka Jumat Curhat Ngobras Kamtibmas tersebut ibu-ibu pedagang menyampaikan permasalahan yang dihadapi mereka dipasar, yaitu banyaknya barang jualan mereka yang hilang akibat dicuri.

Terkait hal tersebut, Wakapolres mengatakan, pihak kepolisian akan mengambil langkah-langkah prefentif dengan melaksanakan patroli. “Kami juga akan melakukan patroli pada setiap jam pasar ataupun saat sudah tutup pasar sampai malam hari,” kata Siwabessy.

Dirinya juga meminta kepada Kepala Pasar yang bertugas dari Dinas terkait yakni Dinas Perindag Kabupaten SBB untuk lebih proaktif agar mencegah terjadinya percurian terhadap barang jualan para pedagang.

“Kepada kepala pasar Piru agar kalau terjadi pencurian barang jualan dipasar, tolong melaporkan kepada pihak Kepolisian agar dari pihak kepolisian dapat mengantisipasi secepatnya,” pintanya.

Dan juga Kepala pasar harus mempertegas lagi kepada para pedangan agar selalu berkoordinasi antara para pedagang dengan kepala pasar, dalam hal ini terkait waktu.

Kalau memangnya pasar tutup pada pukul 17.00 WIT, harus semuanya para pedangang tutup tanpa terkecuali, agar kepala pasar memberikan Gembok (kunci) pasar keseluruhan agar tidak ada pencurian”.

“Kepada ibu-ibu agar jangan takut untuk melaporkan barang jualan ibu-ibu yang hilang. Bukan saja barang yang hilang, tapi mungkin terjadi keributan atau pertengkaran perjudian dan miras tolong secepatnya melaporkan
kepada pihak kepolisian, agar Pihak kepolisian dapat mengatasi secepatnya,” tegasnya.

Ia juga meminta peran serta semua pihak dipasar tanpa terkecuali untuk menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif. “Kami dari pihak kepolisian mintakan peran serta para pedagang yang ada dipasar ini dapat menjaga keamanan dan ketertiban.

“Apabila ibu-ibu kedapatan ada orang yang miras maupun judi atau perkelahian di sekitar pasar tolong melaporkan kepada Kami,” imbaunya.

Tak lupa dirinya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran dan juga curahan keresahan dari ibu-ibu pedagang yang telah mereka rasakan selama berjualan. Sehingga pihak kepolisian dapat mengambil langkah-langkah guna mencegah hal-hal yang tak diinginkan.( Radja)