banner ucapan hut ri ke 81 kabupaten oku selatan
Seram Bagian Barat

Kapolres SBB Hadiri Forum Komunikasi Kamtibmas Bersama Bupati, Dandim, Serta Camat dan Kepala Desa Se-Kabupaten Seram Bagian Barat

23
×

Kapolres SBB Hadiri Forum Komunikasi Kamtibmas Bersama Bupati, Dandim, Serta Camat dan Kepala Desa Se-Kabupaten Seram Bagian Barat

Sebarkan artikel ini

SBB, AKTUALTIMES.COM – Bertempat di Aula Lantai III Kantor Bupati Seram Bagian Barat, telah dilaksanakan kegiatan Forum Komunikasi Kamtibmas. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat, Ir. Asri Arman, MT, dan dihadiri oleh Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M., serta para camat dan kepala desa se-Kabupaten Seram Bagian Barat, Jumat (4/4/2025).

Forum ini bertujuan untuk membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat, termasuk sejumlah insiden yang sempat menimbulkan ketegangan antar masyarakat.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Wakil Bupati Seram Bagian Barat Selvinus Kainama, S.Pd., Dandim 1513 Seram Bagian Barat Letkol Inf. Rudolf G. Paulus, Sekda Leverne A. Tuasuun, SP, M.Si., perwakilan dari Kejaksaan, serta camat dan kepala desa dari seluruh kabupaten.

Kapolres AKBP Andi Zulkifli menyampaikan keprihatinan atas beberapa insiden belakangan ini, seperti gesekan antar masyarakat di wilayah Neniari (Kec. Taniwel) dan Piru (Kec. Seram Barat), serta insiden sabetan senjata di Dusun Pelita Jaya. Ia menekankan bahwa minuman keras (miras) menjadi salah satu pemicu utama konflik dan mendorong adanya peraturan daerah (Perda) untuk pengendalian miras.

Selain itu, Kapolres menegaskan pentingnya koordinasi dalam penerbitan izin keramaian dan perlunya keterlibatan kepala desa serta rekomendasi dari Polsek setempat. Ia juga menyoroti perlunya peningkatan sistem keamanan lingkungan (Siskamling), meski diakuinya anggaran Polres terbatas dan mendorong pemanfaatan dana desa untuk mendukung kegiatan tersebut.

Menjawab pertanyaan dari para peserta, Kapolres menegaskan bahwa izin keramaian akan tetap diberikan secara selektif demi pencegahan potensi konflik. Penanganan hukum terhadap tersangka juga akan dilakukan secara terbuka. Ia juga menjelaskan keterbatasan personel dalam penempatan Bhabinkamtibmas di setiap desa, serta menyatakan bahwa persoalan keamanan perlu diserahkan terlebih dahulu kepada pemerintah untuk diselesaikan secara damai sebelum menempuh jalur hukum.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menyatukan visi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat desa dalam menjaga stabilitas wilayah. Forum ini diharapkan menjadi langkah preventif untuk menghindari konflik serupa yang terjadi di wilayah lain, seperti di Tulehu dan Tial yang kini menjadi perhatian Gubernur, Kapolda dan Pangdam, jelas Kapolres.

Kapolres berharap agar usulan Perda pengendalian miras dapat segera dibahas oleh Pemda SBB. Selain itu, pihaknya akan terus melakukan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat dan meningkatkan koordinasi dengan para kepala desa dan aparat kecamatan guna menjaga situasi tetap kondusif.(rad)