AktualTimes,Com, Daerah,- Surat edaran (SE) yang dikeluarkan dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku dinilai sangat melukai honorer tenaga medis yang ditugaskan tersebar pada semua fasilitas kesehatan yang ada di Bumi Saka Mese Nusa tercinta ini.
Pasalnya, surat edaran dinas Kesehatan Kabupaten SBB yang ditandatangani Kadis Anis Tappang dinilai sungguh tidak mengedepankan aspek kemanusiaan sama sekali, kenapa tidak edaran baru dikeluarkan tanggal 26 Juni 2023, sementara honorer yang di SK- kan sejak 2022 dan sudah bekerja kurang lebih 6 bulan.
“Ini sudah melukai hati honorer, Pemda tak punya rasa kemanusiaan, kerja honorer selama ini sangat tidak dihargai.” Kata Eko Budiono kepada media ini. Jumat (7/7/2023).
Budiono juga sesalkan langkah dan keputusan yang dikeluarkan secara sepihak, dan daerah ini bukan perusahaan swasta yang terkesan seperti PHK-kan karyawannya begitu saja, apapun alasannya, karena adanya surat edaran MenPan akan tetapi mereka honorer bukan mesin robot yang bekerja tanpa hati, mereka juga manusia.
Lalu keringat mereka mengabdi untuk kabupaten ini selama 6 bulan ini bagaimana?, Dinkes dan Penjabat Bupati Andi Chandra As’aduddin tak punya hati dan tak punya rasa kemanusiaan terhadap para honorer dengan hak mereka selama enam bulan yang sampai hari ini belum terbayarkan.
“Berikan keadilan kepada mereka setidaknya jangan main pecat beginilah, dan 6 bulan gaji mereka harus dibayarkan karena ada hak bagi setiap tetesan keringat mereka serta ada nilai kemanusiaan disitu pula,” cetus Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) SBB itu.
Budiono, saya sampaikan karena ada perjuangan mereka menyelamatkan jiwa manusia, jangan sampai dosa terhadap hak mereka menjadi petaka bagi Bumi Saka Mese Nusa ini.
Olehnya itu, pemerintah daerah dalam hal penjabat Bupati SBB dan Kepala dinas Kesehatan juga dapat melakukan pemetaan kebutuhan honorer bukan hanya secara umum, akan tetapi juga secara khusus bagi bidang kesehatan dan pendidikan karena kedua bidang ini berhubungan dengan manusia.
Yang mana di bidang pendidikan berhubungan dengan peningkatan sumberdaya manusia sementara tenaga kita faktanya juga kurang, begitulah pula di bidang kesehatan yang berhubungan dengan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sementara tenaga ASN kita juga kurang.
Dengan itu, saya berharap penjabat Bupati Seram Bagian Barat agar lebih Arif dan bijaksana dalam melihat masalah tenaga honorer kesehatan yang ada di Kabupaten SBB, agar tidak menyampaikan aspek kemanusiaan.” Harap Budiono (Rad).







