AktualTimes,Com,Daerah,- Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku yang berlokasi di dusun Olas, desa Lokki itu, pamerkan hasil karya produk Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai implementasi Kurikulum Merdeka.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (20/6/2023) tersebut merupakan hasil dari proses para peserta didik dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka.
Kegiatan merupakan event pertama dari SMP Negeri 3 Huamual, SBB, Maluku, setelah mengimplementasi Kurikulum Merdeka. Dengan tema,” Terus Berkarya, Tumbuhkan Jiwa Pancasila,”

Projek P5 ini merupakan upaya dari pihak sekolah dalam menanamkan karakter kepada para peserta didik berdasarkan nilai – nilai Pancasila, dalam Kurikulum Mardeka terkhusus pada proses P5 berupaya mendampingi peserta didik sebagai penerus bangsa yang unggul dan produktif, serta berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.
“Dan menciptakan peserta didik yang berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri.” Ungkap Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Huamual, Kabupaten SBB, Maluku, Ambrin, S.Pd, kepada AktualTimes,Com. Selasa (20/6/2023).
Kegiatan projek penguatan profil pelajar pancasila itu di laksanakan setelah siswa menyelesaikan kegiatan kurikuler pada kurikulum Merdeka belajar.”Sambungnya.
Ia menjelaskan, terkait dengan projek penguatan profil belajar pancasila yang di laksanakan di SMP Negeri 3 Huamual, menyusun beberapa tema projek yang dilaksanakan oleh para peserta didik. Dan hari ini hasil karya peserta didik dari implementasi kurikulum Merdeka di promosikan.
Ada tiga tema Projek yang pertama, Gaya Hidup Berkelanjutan, Bangunlah Jiwa dan Raganya, serta Kearifan Lokal. ” Masing – masing tema memiliki topik yang berbeda pula,” tuturnya.

Disampaikannya, SMP Negeri 3 Huamual sebagai penyelenggara sekolah penggerak, pelaksanaannya baru di tahun ini, dan pertama kurikulum Merdeka dilaksanakan oleh peserta didik kelas 7, sedangkan kelas 8 dan 9 masih dengan kurikulum 13 (K13).
“Dari proses pembelajaran kurikuler ini, hasil akhirnya adalah bagaimana kita dapat memamerkan hasil-hasil projek itu kepada masyarakat yang ada di lingkungan sekitar, orang tua dan pemangku kepentingan lainnya.” Ujarnya.
Diakhir, selaku kepala sekolah, saya berharap dengan adanya kurikulum Merdeka ini, siswa dapat menemukan kemampuan serta menemukan jati diri mereka dengan cara belajar yang di sesuaikan dengan kurikulum Merdeka.” Harapnya (Rad)







