banner ucapan hut ri ke 81 kabupaten oku selatan
Maluku Tengah

Warga Hatileng Sambut 1 Muharram Dengan Pawai Karnaval Budaya Adat Negeri Wahai

27
×

Warga Hatileng Sambut 1 Muharram Dengan Pawai Karnaval Budaya Adat Negeri Wahai

Sebarkan artikel ini

AktualTimes,Com, Daerah,- Menyambut Hari Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1445 Hijriah, Remaja Masjid Al Abrar, Hatileng, Negeri Wahai, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) menggelar Karnaval Budaya. Kegiatan yang merupakan agenda rutin tahunan itu menampilkan berbagai ragam budaya dan adat yang dimiliki negeri setempat.

Pantauan media ini, warga Hatileng, negeri Wahai sangatlah antuasias serta berpartisipasi dalam meramaikan Karnaval Budaya yang diselenggarakan Remaja Masjid Al Abrar.

Warga terlihat tumpah ruah dijalan dengan menggunakan busana muslim dan adat, busana ciri khas petani dan nelayan, pekerja pabrik, serta ada juga yang memakai pakaian seragam milik PNS, TNI, Polri, dokter, serta toga hakim. Dan berjalan menempuh jarak sejauh satu kilometer.

Ada pula suguhan seni bernuansa religi serta budaya kearifan lokal seperti tarian hadrat, gambus, sawat, cakalele serta tarian seperti mara dan samrah yang merupakan tarian identitas adat negeri Wahai, pun ikut meramaikan Karnaval Budaya dalam rangka memperingati hari Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1445 Hijriah, tahun 2023.

Saat berlangsung Karnaval itu,tersaji berbagai suguhan seni tarian yang bernuansa religi dan budaya keadaban, maupun peragaan yang menggambarkan kehidupan warga petani dan nelayan kampung, ketika sedang beraktifitas.

Ketua panitia karnaval Rahmat Fauzi mengungkapkan, kegiatan ini dikoordinir pengurus Remaja Mesjid Al-Abrar Hatileng yang bekerja sama dengan pihak Kecamatan, Koramil, Kapolsek dan Pemerintah Negeri setempat. Pergelaran pawai seni dan budaya dalam karnaval ini, telah lama menjadi agenda rutin bagi warga Wahai setiap menghadapi momentum tahun baru islam.

“Ini sudah menjadi momentum tahun bagi warga negeri Wahai dalam menyambut hari – hari besar Islam, salah satunya Tahun Baru Islam 1 Muharram di tahun ini,” kata Fauzi kepada media ini.

Kata Fauzi, kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan nilai – nilai kearifan lokal yang ada di Negeri Wahai, juga sebagai ajang untuk melatih dan memotivasi anak – anak agar mampu mengembangkan bakat seni maupun bakat lainya yang sudah dibawah sejak lahir.

“Kegiatan ini memiliki multi tujuan, yang paling terpenting adalah untuk melestarikan adat serta budaya kearifan lokal yang ada di negeri Wahai,”ujarnya.

Selian itu pula, untuk melatih dan memotivasi bakat anak usia dini. Semua anak yang menjadi peserta pada kegiatan ini, sudah diberikan perannya masing – masing,” sambungnya.

Fauzi, pada setiap momentum perayaan tahun baru Islam di negeri Wahai, kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya karnaval saja, akan tetapi dalam memasuki malam tanggal 1 Muharram, warga Wahai juga menggelar dzikir akbar dan doa bersama yang berlangsung di Mesjid Al Abrar Hatileng.

Tujuan digelar zikir tersebut, guna meminta ridho dari Allah SWT, agar melindungi negeri Wahai beserta warganya dari marabahaya, serta menghijrahkan warga Wahai dari sifat kampungan atau jahiliyah. Bukan hanya pawai pergelaran seni dan budaya semata yang kami laksanakan. Semalam, Malam 1 Muharam kami juga menggelar zikir dan doa bersama.

“Dan esoknya tepatnya hari ini, 1 Muharam kita dilanjutkan dengan karnaval dan lomba hiburan rakyat,”pungkasnya (Rad)