AdvertorialBreaking NewsDaerahHeadlineNasionalPapua SelatanPeristiwaTopik Terkini

Kematian Tragis AK di Kota Sorong: Keluarga Minta Polisi Ungkap Pelaku Tanpa Kompromi

741
×

Kematian Tragis AK di Kota Sorong: Keluarga Minta Polisi Ungkap Pelaku Tanpa Kompromi

Sebarkan artikel ini
Kematian Tragis AK di Kota Sorong: Keluarga Minta Polisi Ungkap Pelaku Tanpa Kompromi

Kota Sorong Papua, Aktualtimes.com – Keluarga korban pengeroyokan berinisial AK resmi menutup pintu mediasi dan meminta Kepolisian Resor Sorong Kota bergerak cepat menetapkan tersangka dalam kasus penganiayaan yang menewaskan almarhum AK alias Amir (47), warga asal Desa Angar Kecamatan Kiandarat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku.

Sikap tegas keluarga muncul setelah mereka menilai penanganan perkara berjalan lamban sejak laporan resmi disampaikan ke pihak kepolisian. Keluarga menyatakan tidak akan menerima bentuk penyelesaian di luar jalur hukum dan menuntut agar proses penyidikan dilakukan secara transparan dan profesional.

Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan Kompleks Melati Raya, Kelurahan Klasabi, Kota Sorong, Papua Barat Daya. Korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Rabu malam (5/11/2025) sekitar pukul 23.30 WIT. Temuan tersebut sontak menggegerkan warga sekitar.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa warga sempat mendengar keributan tak lama sebelum tubuh korban ditemukan tergeletak di lorong dekat Taman Klasabi Melati Raya. Dugaan sementara, korban dianiaya oleh sekelompok pemuda tak dikenal saat melintas di wilayah tersebut.

Kapolsek Sorong Timur, AKP La Ode Zamrin, membenarkan adanya laporan mengenai penemuan jenazah tersebut. Ia menyampaikan bahwa personel Polsek telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan awal dari sejumlah saksi di sekitar lokasi.

“Kami sudah menerima laporan dan melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur,” ujarnya.

Keluarga korban telah membuat laporan resmi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Sorong Timur. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum menetapkan tersangka maupun memberikan keterangan terbaru kepada keluarga.

Rakib Kelsaba, saudara kandung korban, saat dikonfirmasi pada Kamis (6/11/2025), menegaskan bahwa keluarga menolak segala bentuk mediasi. Menurutnya, kematian korban akibat pengeroyokan tidak dapat diselesaikan melalui jalur perdamaian.

“Kami sebagai keluarga menolak perdamaian. Ini bukan perkara ringan, ini nyawa manusia. Secara moral tindakan para pelaku tidak berperikemanusiaan. Kami meminta proses hukum tetap berjalan sampai tuntas,” tegasnya.

Rakib menambahkan, keluarga besar yang berada di Desa Angar juga bersikap sama. Mereka mendesak aparat kepolisian agar segera menetapkan tersangka dan menangkap pelaku.

“Kami mengutuk keras tindakan kriminal ini. Polisi harus segera bertindak. Jika proses hukum berjalan lambat dan tidak ada kejelasan, keluarga di Kota Sorong siap mengambil langkah lain, termasuk aksi damai atau membawa masalah ini ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

Keluarga meminta penyelidikan dilakukan secara objektif dan tanpa intervensi. Mereka berharap Polsek Sorong Timur dan Polres Sorong Kota dapat memberikan perkembangan penanganan perkara secara berkala agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.

“Kami hanya ingin kepastian hukum. Tidak ada jalur lain selain proses hukum yang setimpal sesuai peraturan perundang-undangan,” tutup Rakib.**Redaksi