LabuhanbatuPemerintahanPolitikTopik Terkini

Dinas Pendidikan Labuhanbatu Gelar Bukber Bersama Jajaran, Perkuat Solidaritas di Bulan Ramadhan

448
×

Dinas Pendidikan Labuhanbatu Gelar Bukber Bersama Jajaran, Perkuat Solidaritas di Bulan Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan gelar buka puasa bersama jajaran Pengawas, Korwil, ASN, PPPK, dan honorer. Kegiatan Ramadhan 1447 H ini perkuat solidaritas dan silaturahmi antar pegawai pendidikan.

AktualTimes.com, Labuhanbatu – Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu menggelar kegiatan buka puasa bersama yang diikuti oleh seluruh jajaran, mulai dari Pengawas Sekolah, Koordinator Wilayah (Korwil), Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tenaga honorer, serta tamu undangan. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (8/3/2026) ini menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan, SH, menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar berbagi menu berbuka. “Ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga sarana mempererat kekompakan dan solidaritas antar pegawai,” ujarnya dengan nada yang penuh keyakinan.

Pernyataan ini mencerminkan pemahaman Abdi Jaya Pohan tentang pentingnya social capital modal sosial dalam organisasi pemerintahan. Di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks, kekompakan dan solidaritas antar pegawai menjadi fondasi yang menentukan keberhasilan program-program pembangunan daerah.

Acara ini juga diisi dengan tausiyah keagamaan yang mengajak seluruh peserta untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak amal ibadah, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat di bidang pendidikan. Tausiyah tersebut menjadi pengingat bahwa di balik status sebagai aparatur negara, setiap pegawai Dinas Pendidikan adalah hamba Allah yang terus memerlukan pengisian spiritual.

Dalam perspektif organisasi, kegiatan semacam ini memiliki fungsi ganda. Pertama, secara psikologis, ia membantu mengurangi stres dan burnout yang umum terjadi di kalangan ASN terutama di sektor pendidikan yang menghadapi tekanan dari berbagai pihak. Kedua, secara sosial, ia memperkuat jaringan informal antar pegawai yang seringkali lebih efektif dalam menyelesaikan masalah ketimbang saluran formal. Ketiga, secara spiritual, ia mengingatkan setiap peserta akan tujuan akhir dari pekerjaan mereka: beribadah kepada Allah melalui pelayanan kepada masyarakat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan nilai-nilai kebersamaan yang terbangun selama Ramadhan dapat terus terjaga dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Abdi Jaya Pohan menegaskan, “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi instansi lain untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan pelayanan.”

Harapan tersebut bukan sekadar retorika. Dalam konteks reformasi birokrasi Indonesia, penguatan organizational culture budaya organisasi menjadi salah satu kunci untuk menciptakan aparatur negara yang profesional dan responsif. Kegiatan buka puasa bersama, jika dilakukan dengan tulus dan konsisten, bisa menjadi instrumen pembentukan budaya kerja yang kolaboratif dan inovatif.

Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi ajang networking dengan tamu undangan yang hadir. Dalam dunia pendidikan, kerja sama lintas sektoral antara dinas pendidikan, sekolah, perguruan tinggi, dan organisasi kemasyarakatan menjadi sangat penting untuk mengatasi masalah-masalah kompleks seperti kesenjangan pendidikan, kualitas guru, dan relevansi kurikulum.

Dengan mengakhiri kegiatan ini, seluruh peserta membawa pulang tidak hanya kenangan bersama, tetapi juga komitmen baru untuk terus bekerja dengan penuh dedikasi. Bulan Ramadhan menjadi momentum untuk merefleksikan kembali makna dari pekerjaan mereka: bukan sekadar mengelola sistem pendidikan, melainkan membentuk generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan berkompetensi tinggi. (Lijait)