Kotamobagu, Sulawesi Utara – Angka kematian dalam insiden maut kejuaraan balap TDR Drag Race-Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 terus mengalami penambahan.
Berdasarkan data terkini yang dihimpun, jumlah korban jiwa dalam tragedi yang mengguncang Kota Kotamobagu pada Minggu, 9 Agustus 2026, kini telah mencapai tujuh orang.
Sementara itu, sembilan korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka berat yang diderita akibat benturan kendaraan pembalap terhadap kerumunan penonton.
Kenaikan jumlah korban tewas ini menjadi pembaruan menyedihkan dari data awal yang sebelumnya mencatat lima orang meninggal dunia dan sepuluh orang mengalami luka-luka parah.
Sekitar pukul 21.00 WITA, informasi terbaru memastikan bahwa dua korban lainnya tidak dapat tertolong dan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis.
Kronologi Mobil Pembalap Hantam Penonton
Tragedi berawal pada sesi perlombaan kelas free for all (FFA) yang menampilkan pembalap andalan tim Pangeran 05 McJoe, Tian Ngantung.
Pengemudi tersebut turun menggunakan mobil Honda Jazz dan melaju dengan normal di sepanjang lintasan. Tidak terlihat adanya gangguan teknis atau masalah pada kendaraan saat mendekati garis finis.
Namun, setelah berhasil melewati garis finis dan memasuki area pengereman sekitar seratus meter dari titik finish, mobil yang dikemudikan Tian Ngantung tiba-tiba mengalami kecelakaan hebat.
Kendaraan tersebut oleng, keluar dari jalur balap, lalu dengan kecepatan tinggi menghantam sejumlah penonton yang berkumpul di sisi ruas Jalan AP Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Timur.
Benturan yang sangat keras itu menyebabkan korban berjatuhan di lokasi. Beberapa penonton yang berdiri terlalu dekat dengan lintasan tidak sempat menghindar dari laju kendaraan yang meluncur tak terkendali.
Suasana yang semula riuh dengan sorakan penonton langsung berubah menjadi kacau balau dengan teriakan minta tolong dan tangisan keluarga korban.
Data Korban Meninggal Dunia Bertambah
Dari data awal yang menyebutkan lima korban jiwa, angka tersebut terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu.
Berikut adalah daftar sementara nama-nama korban yang dinyatakan meninggal dunia dalam tragedi drag race Kotamobagu 2026:
- Harianti Mokoginta
- Lisma Mokoginta
- Ali Ponamon
- Risna Longkun
- Biyo Mokoagow
- Rugaina Manangin
- Nilawati Mokodongan
Ketujuh korban tersebut merupakan warga yang berada di lokasi untuk menyaksikan gelaran kejuaraan balap tersebut.
Beberapa di antaranya diduga merupakan anggota keluarga atau kerabat yang datang bersama-sama untuk menonton aksi para pembalap.
Sembilan Korban Luka Berat Masih Dirawat
Tidak hanya menelan korban jiwa, insiden nahas ini juga meninggalkan luka mendalam bagi para korban selamat yang mengalami cidera serius.
Berdasarkan informasi terbaru, terdapat sembilan orang yang masih mendapat penanganan medis di rumah sakit.
Daftar sementara korban luka berat yang tercatat adalah sebagai berikut:
- Johar Mokoginta
- Rina Longkun
- Hadi Toisi
- Ali Jojang
- Murdani Pobela
- Muxin Dondo
- Arhan Mokoginta
- Rapiska Mokodongan
- Enjelia Lito
Kondisi beberapa korban di antara daftar tersebut dinilai cukup kritis mengingat benturan yang diterima sangat keras.
Tim medis di rumah sakit terus berupaya memberikan perawatan terbaik agar tidak ada lagi korban jiwa yang bertambah. Masyarakat berharap agar seluruh korban luka dapat segera pulih dari trauma dan cedera yang dialami.
Panitia Siap Bertanggung Jawab
Di tengah duka yang mendalam, Ketua Panitia Open Tournament TDR Drag Race-Drag Bike Kotamobagu Championship 2026, Lucky Sugeha, buka suara.
Ia menyatakan kesiapan pihak panitia untuk bertanggung jawab atas seluruh dampak yang ditimbulkan dari kecelakaan maut tersebut.
Lucky menegaskan bahwa pihaknya akan menanggung biaya pengobatan para korban yang hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Ia juga menyampaikan penyesalan yang mendalam atas insiden yang telah merenggut nyawa sejumlah warga Kotamobagu serta melukai puluhan orang lainnya.
“Saya sudah berada di sini, di rumah sakit. Kami siap bertanggung jawab atas para korban yang masih dalam perawatan,” ujar Lucky Sugeha pada Minggu malam, 9 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut menjadi respons pertama dari pihak penyelenggara usai tragedi yang menggemparkan publik.
Namun, banyak pihak yang menuntut agar pertanggungjawaban tidak hanya berhenti pada aspek finansial, tetapi juga mencakup evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan yang diterapkan selama gelaran kejuaraan.
Evaluasi Keselamatan Event Otomotif
Ajang TDR Drag Race-Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 yang digelar oleh Tidar dan Muda Charaka berlangsung sejak 6 hingga 9 Agustus 2026.
Untuk kategori drag race atau mobil, tercatat sebanyak 337 peserta yang berpartisipasi dalam kompetisi tersebut. Dengan jumlah peserta yang sangat besar, kehadiran penonton pun dipastikan membludak di sepanjang lintasan.
Tragedi ini membuka mata banyak pihak akan pentingnya standar keselamatan yang ketat dalam penyelenggaraan event otomotif.
Jarak aman antara lintasan dan area penonton, kelengkapan pembatas, serta kelayakan teknis kendaraan menjadi poin-poin krusial yang harus dievaluasi secara menyeluruh.
Pihak kepolisian setempat telah mengamankan lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap penyebab pasti mobil tersebut kehilangan kendali.
Duka Menggema di Kota Kotamobagu
Berita duka atas meninggalnya tujuh warga Kota Kotamobagu dalam tragedi drag race ini langsung menyentuh hati seluruh masyarakat Sulawesi Utara.
Pemerintah daerah, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban.
Doa terus dipanjatkan agar para almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Bagi para korban luka yang masih berjuang di rumah sakit, masyarakat turut mendoakan kesembuhan dan kekuatan dalam menjalani proses pemulihan.
Tragedi di Kelurahan Upai ini menjadi pelajaran berharga bahwa hiburan dan olahraga tidak boleh mengorbankan keselamatan jiwa manusia.
Diharapkan, tidak ada lagi event serupa yang berujung pada petaka di masa mendatang. (Tim/Redaksi)






