Karawang – Suasana di sekitar Kantor Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, tampak berbeda pada Selasa (8/9/2026). Ratusan warga dan pendukung mengiringi langkah Haji Totong saat datang untuk menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Kepala Desa Kemiri periode 2026–2034.
Kehadiran massa pendukung membuat proses pendaftaran tersebut berlangsung semarak. Mereka datang untuk mengantarkan Haji Totong hingga ke lokasi pendaftaran, sekaligus memperlihatkan dukungan menjelang rangkaian tahapan pemilihan kepala desa. Di tengah kerumunan warga, Haji Totong hadir mengenakan pakaian formal lengkap dengan peci hitam sebelum mengikuti proses administrasi yang telah disiapkan panitia.
Setelah tiba di Kantor Desa Kemiri, Haji Totong menyerahkan dokumen persyaratan pencalonan kepada panitia pemilihan. Pendaftaran tersebut menjadi langkah resmi dirinya memasuki proses kontestasi kepemimpinan Desa Kemiri untuk periode delapan tahun mendatang.
Haji Totong Bawa Gagasan Kemiri Mandiri dan Sejahtera
Tak sekadar datang membawa berkas pencalonan, Haji Totong turut membawa gagasan pembangunan yang ingin diperjuangkannya apabila mendapat kepercayaan masyarakat. Visi yang diusung bertajuk “Menuju Kemiri Mandiri & Sejahtera 2026-2034”, dengan sejumlah sektor pelayanan dan pembangunan desa ditempatkan sebagai perhatian utama.
Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang ingin didorong. Bagi masyarakat desa yang menggantungkan sebagian aktivitas ekonominya pada sektor tersebut, peningkatan produktivitas pertanian diharapkan dapat berjalan beriringan dengan penguatan kesejahteraan keluarga.
Selain pertanian, pemerataan pendidikan juga masuk dalam program yang dibawa Haji Totong. Akses pendidikan dipandang memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Desa Kemiri agar mampu menghadapi perkembangan zaman sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda.
Perhatian berikutnya diarahkan pada pembangunan infrastruktur, terutama kondisi jalan yang bersentuhan langsung dengan aktivitas sehari-hari masyarakat. Infrastruktur yang baik bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan mobilitas warga, tetapi juga dapat menunjang kegiatan ekonomi, distribusi hasil pertanian hingga akses terhadap pelayanan publik.
Sektor kesehatan turut menjadi bagian dari gagasan yang ditawarkan. Haji Totong ingin mendorong pelayanan dan jaminan kesehatan yang lebih baik agar manfaat pembangunan desa dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Dukungan Warga Disebut Menjadi Amanah
Banyaknya warga yang mengiringi proses pendaftaran menjadi salah satu momen yang mendapat perhatian Haji Totong. Ia menilai dukungan tersebut bukan sekadar bentuk semangat menjelang pemilihan, tetapi juga membawa tanggung jawab besar apabila dirinya nantinya dipercaya memimpin Desa Kemiri.
“Dukungan luar biasa dari masyarakat hari ini adalah amanah sekaligus motivasi besar bagi saya untuk mengabdikan diri secara penuh demi kemajuan Desa Kemiri,” ujar Haji Totong usai menyelesaikan proses pendaftaran.
Pernyataan itu menjadi penegasan mengenai arah pencalonannya. Dukungan yang hadir pada hari pendaftaran diharapkan dapat diterjemahkan menjadi semangat untuk menawarkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, proses menuju pemilihan Kepala Desa Kemiri masih harus melewati tahapan yang telah ditentukan panitia. Setelah pendaftaran, seluruh proses administrasi dan tahapan berikutnya menjadi bagian penting sebelum masyarakat menentukan pilihan.
Pilkades Kemiri Mulai Menarik Perhatian Warga
Masuknya Haji Totong dalam bursa pencalonan membuat dinamika Pilkades Kemiri 2026 semakin menarik perhatian masyarakat. Pemilihan kepala desa bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi ruang bagi warga untuk menentukan arah pembangunan desa selama periode pemerintahan berikutnya.
Karena itu, program yang dibawa masing-masing calon akan menjadi bagian penting yang dapat dipertimbangkan masyarakat. Persoalan pertanian, pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga pelayanan pemerintahan desa merupakan kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.
Bagi Haji Totong, momentum pendaftaran menjadi titik awal untuk memperkenalkan lebih jauh visi pembangunan yang dibawanya. Konsep Kemiri yang mandiri dan sejahtera akan diuji melalui gagasan, program, serta kemampuan membangun kepercayaan masyarakat sepanjang tahapan pemilihan berlangsung.
Di sisi lain, antusiasme masyarakat yang terlihat saat pendaftaran menunjukkan bahwa pesta demokrasi tingkat desa memiliki ruang tersendiri dalam kehidupan warga. Kepala desa merupakan pemimpin pemerintahan yang berhadapan langsung dengan berbagai kebutuhan masyarakat sehingga figur yang terpilih nantinya akan memegang peranan penting dalam menentukan prioritas pembangunan.
Warga Menanti Tahapan Berikutnya
Setelah berkas pendaftaran diserahkan, perhatian kini beralih pada tahapan lanjutan yang akan dilaksanakan panitia pemilihan. Masyarakat Desa Kemiri akan mengikuti perkembangan proses tersebut hingga memasuki momentum penentuan pilihan.
Harapan terhadap hadirnya pemerintahan desa yang mampu bekerja terbuka, responsif dan berpihak pada kebutuhan masyarakat juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan Pilkades.
Bagi Haji Totong, perjalanan menuju kursi Kepala Desa Kemiri baru dimulai. Iring-iringan ratusan pendukung yang mengantarkannya mendaftar menjadi modal dukungan awal, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan masyarakat Desa Kemiri.
Kini warga menunggu bagaimana gagasan “Menuju Kemiri Mandiri & Sejahtera 2026-2034” diterjemahkan menjadi program yang konkret sekaligus mampu menjawab kebutuhan desa dalam delapan tahun mendatang. (Darman)






