DaerahTanggamus

Sekda Tanggamus Tinjau Tanggul Pasca Jebol

62
×

Sekda Tanggamus Tinjau Tanggul Pasca Jebol

Sebarkan artikel ini

TANGGAMUS, LAMPUNG (Aktualtimes.com) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanggamus, Ir. Suaidi, M.M., meninjau langsung kondisi tanggul Sungai Way Belu yang jebol di wilayah Pekon Negara Batin, Kecamatan Kotaagung Barat, Rabu (23/9/26). Peninjauan ini dilakukan untuk menyiapkan langkah penanganan darurat sekaligus mengkaji solusi permanen menyusul banjir yang menerjang permukiman warga dan fasilitas pendidikan sehari sebelumnya.

Dalam peninjauan tersebut, Sekda didampingi oleh Plt. Kepala Dinas PUPR Tanggamus Jon Novri, Camat Kotaagung Barat, jajaran BPBD, Damkar, PolPP, serta aparatur pekon. Hasil evaluasi di lapangan menunjukkan bahwa kondisi aliran Way Belu memerlukan penanganan segera. Selain adanya tanggul yang jebol, terjadi pendangkalan yang membuat permukaan aliran sungai hampir sejajar dengan area kebun warga.

Suaidi mengungkapkan bahwa salah satu titik kritis berada di sekitar kebun kampung dengan panjang sekitar 70 meter. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi mengancam lahan persawahan warga yang diperkirakan mencapai 50 hingga 70 hektare.

Pemerintah daerah akan mengkaji sejumlah opsi penanganan, termasuk pembangunan bronjong maupun penguatan tanggul, dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kemampuan anggaran daerah.

“Ini masih kita pertimbangkan, apakah nanti akan dilakukan bronjong atau penanggulan. Tetapi ini memakan biaya besar,” ujar Suaidi.

Sebagai langkah cepat untuk mengurangi risiko apabila kembali terjadi hujan deras, pemerintah daerah juga akan memprioritaskan pembuatan tanggul darurat.

“Dalam waktu dekat ini kita akan sementara, mungkin melalui BPBD, melakukan pembuatan tanggul darurat,” katanya.

Selain fokus pada titik jebol, Suaidi juga menyoroti kondisi pendangkalan di bagian hilir Way Belu yang dinilai sama krusialnya untuk memastikan kelancaran aliran air.

“Kalau di hilirnya terjadi pendangkalan, ketika air datang tidak mengalir, ini bisa kembali menghantam. Jadi ini juga menjadi pertimbangan,” ujarnya.

Ke depannya, Pemerintah Kabupaten Tanggamus akan melakukan perhitungan teknis dan pembahasan lebih lanjut untuk menentukan bentuk penanganan yang paling tepat. Opsi ini juga akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, termasuk kemungkinan mengusulkan dukungan dari pemerintah pusat apabila diperlukan.

Sementara waktu, masyarakat di sekitar aliran Way Belu diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan turun. Suaidi juga meminta aparatur pekon untuk aktif berkoordinasi dengan wilayah lain guna memantau potensi kiriman air dari bagian hulu.

“Imbauan kepada masyarakat supaya berhati-hati kalau ada hujan. Aparat pekon juga harus saling berkoordinasi dengan wilayah di atas,” jelasnya.

Penanganan tanggul Way Belu ditetapkan sebagai prioritas utama karena kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan keselamatan jiwa warga, tetapi juga berpotensi memengaruhi produktivitas lahan pertanian dan kelancaran aktivitas sekolah di sekitar lokasi. (*)