BolmutPemerintahanTopik Terkini

Bupati Boltara Tinjau Panen Padi Varietas IPB 15S di Desa Gihang Kaidipang

329
×

Bupati Boltara Tinjau Panen Padi Varietas IPB 15S di Desa Gihang Kaidipang

Sebarkan artikel ini
Panen Padi IPB 15S Boltara

Boltara, Sulawesi Utara – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara terus menunjukkan komitmen serius dalam menggerakkan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Bupati Bolaang Mongondow Utara, Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., turun langsung ke lahan persawahan untuk meninjau panen raya padi varietas IPB 15S.

Kegiatan kunjungan kerja tersebut berlangsung di areal persawahan Desa Gihang, Kecamatan Kaidipang, pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Kehadiran pimpinan tertinggi daerah di tengah-tengah petani menjadi bukti nyata bahwa pembangunan sektor pertanian bukan sekadar program di atas kertas, melainkan agenda prioritas yang terus dipantau dan diperkuat secara berkelanjutan.

Kunjungan Bupati Sirajudin Lasena ke lokasi panen ini mendapat sambutan antusias dari para petani setempat. Mereka tampak bangga menunjukkan hasil panen yang melimpah kepada pimpinan daerah.

Hamparan sawah yang berwarna keemasan di Desa Gihang menjadi pemandangan menakjubkan yang mencerminkan potensi besar lahan pertanian di Kecamatan Kaidipang.

Varietas IPB 15S yang ditanam di wilayah tersebut tampak tumbuh subur dengan bulir padi yang penuh dan batang yang kokoh, menandakan bahwa adaptasi varietas unggul ini berjalan dengan sangat baik di kondisi agroklimat Kabupaten Boltara.

Kunjungan Kerja ke Lahan Basah Desa Gihang

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sirajudin Lasena didampingi oleh jajaran pimpinan strategis pemerintah daerah.

Turut hadir Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan yang membawahi sektor pertanian dan infrastruktur pedesaan. Kehadirannya menunjukkan sinergitas antara eksekutif daerah dengan staf ahli dalam memastikan setiap program pembangunan pertanian berjalan optimal.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boltara juga menyertai kunjungan ini untuk memberikan paparan teknis terkait perkembangan tanaman, luas lahan, estimasi produksi, serta tantangan yang dihadapi petani selama musim tanam berlangsung.

Tidak ketinggalan, Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Prokopim) hadir sebagai perwakilan sekretariat daerah yang mengkoordinasikan kebijakan lintas sektor.

Kehadiran Sangadi setempat menjadi bentuk apresiasi terhadap peran pemerintahan desa dalam mendukung kegiatan pertanian di wilayahnya.

Selain itu, seorang penyuluh pertanian lapangan turut mendampingi untuk menjelaskan secara teknis mengenai karakteristik varietas IPB 15S, teknik budidaya yang diterapkan, serta rekomendasi perawatan yang dilakukan petani selama proses pertumbuhan dari fase vegetatif hingga generatif.

Penyuluh tersebut juga menekankan pentingnya penggunaan pupuk organik dan pengendalian hama terpadu yang telah berhasil diterapkan di lahan tersebut.

Varietas IPB 15S sebagai Andalan Ketahanan Pangan

Varietas IPB 15S merupakan salah satu jenis padi unggul baru yang dikembangkan oleh Institut Pertanian Bogor. Varietas ini dikenal memiliki beberapa keunggulan dibandingkan varietas lokal maupun varietas unggul lainnya.

Pertama, IPB 15S memiliki potensi hasil yang tinggi, mampu mencapai produktivitas di atas rata-rata varietas yang selama ini banyak ditanam petani di Sulawesi Utara.

Kedua, varietas ini memiliki ketahanan yang baik terhadap serangan hama dan penyakit utama padi, seperti wereng batang coklat dan blas, sehingga mengurangi ketergantungan petani pada pestisida kimia yang berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan.

Ketiga, IPB 15S memiliki umur panen yang relatif lebih pendek, memungkinkan petani untuk melakukan intensifikasi tanam atau bahkan diversifikasi dengan komoditas lain dalam satu tahun.

Keunggulan tersebut sangat relevan dengan kondisi iklim di Kecamatan Kaidipang yang memungkinkan pengelolaan air irigasi lebih efisien.

Dengan karakteristik bulir yang besar dan kualitas beras yang baik, varietas ini juga menawarkan nilai jual yang kompetitif di pasar, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan petani secara signifikan.

Bupati Sirajudin Lasena menyambut baik hasil panen yang diperlihatkan oleh petani Desa Gihang. Ia menilai keberhasilan adaptasi varietas IPB 15S di lahan Kaidipang menjadi bukti bahwa inovasi pertanian dapat diterapkan dengan baik jika ada dukungan teknis dan komitmen dari seluruh pihak.

Menurutnya, keberhasilan ini harus menjadi contoh bagi kecamatan lain di wilayah Boltara untuk mulai beralih ke varietas unggul yang telah teruji.

Pemerintah daerah, tegasnya, akan terus mendorong diseminasi teknologi pertanian guna memastikan produktivitas lahan meningkat dan ketersediaan pangan lokal tetap terjaga.

Penguatan Sektor Pertanian dan Kesejahteraan Petani

Dalam arahannya, Bupati Sirajudin Lasena menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi prioritas utama pembangunan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Ia memahami bahwa mayoritas masyarakat Boltara menggantungkan hidupnya pada aktivitas agraris, baik sebagai petani padi, penghasil komoditas perkebunan, maupun peternak.

Oleh karena itu, setiap kebijakan pembangunan harus mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan keluarganya.

Pemerintah daerah berencana untuk memperluas lahan tanam varietas unggul seperti IPB 15S di berbagai kecamatan potensial lainnya.

Program bantuan benih, pendampingan intensif oleh penyuluh, serta perbaikan prasarana irigasi akan terus digencarkan.

Selain itu, penguatan koperasi petani dan akses pasar juga menjadi fokus agar hasil panen petani tidak lagi dijual dengan harga murah kepada tengkulak, melainkan dapat mencapai konsumen akhir dengan margin keuntungan yang lebih adil bagi petani.

Bupati juga mengajak para petani untuk terus membuka diri terhadap inovasi dan teknologi baru. Jangan takut untuk mencoba varietas unggul atau metode budidaya modern yang telah teruji.

Pemerintah daerah siap menjadi mitra dan fasilitator dalam setiap langkah perubahan menuju pertanian yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan.

Dukungan tersebut sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan Kabupaten Boltara yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi lokal, tetapi juga berpotensi menjadi lumbung pangan bagi wilayah Sulawesi Utara secara lebih luas.

Dengan ditinjunya langsung panen padi varietas IPB 15S di Desa Gihang, diharapkan semangat baru lahir di kalangan petani Bolaang Mongondow Utara.

Keberhasilan kecil di satu desa dapat menjadi benih besar bagi transformasi pertanian di seluruh penjuru daerah, membawa Kabupaten Boltara menuju kemandirian pangan dan kesejahteraan yang berkeadilan. (FAM)