TANGGAMUS, Aktualtimes.com ) – Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi, resmi melantik Munzirin sebagai Kepala Pekon Banjar Agung (Pergantian Antar Waktu/PAW) dan Enie Yusnita Linda sebagai Penjabat (PJ) Kepala Pekon Ulu Semong. Pelantikan yang digelar di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati pada Selasa (28/4/2026) ini menandai pergantian kepemimpinan di dua wilayah tersebut untuk melanjutkan periode jabatan 2021–2029.
Dalam sambutannya, Bupati Saleh langsung memberikan arahan strategis terkait tantangan anggaran daerah yang mengalami penurunan. Ia meminta para kepala pekon baru untuk tidak bergantung sepenuhnya pada dana transfer, melainkan segera menggali potensi lokal seperti sektor pariwisata dan pertanian, serta memperkuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Penurunan anggaran ini adalah momentum untuk membuktikan kreativitas kita. Cari sumber pendapatan pekon dengan memaksimalkan potensi lokal,” tegas Saleh.
Selain aspek ekonomi, Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia menginstruksikan agar pos ronda dan sistem keamanan lingkungan (siskamling) di tingkat RT dan dusun dihidupkan kembali demi menjaga kondusivitas wilayah. Saleh juga menekankan bahwa meski anggaran terbatas, kualitas pelayanan publik kepada warga tidak boleh menurun dan harus tetap menyentuh kebutuhan dasar.
“Menjadi Kepala Pekon adalah pengabdian, niatkan ibadah untuk berbuat yang terbaik bagi warga masyarakat kita sendiri,” ujarnya mengingatkan esensi jabatan tersebut.
Prosesi pelantikan ini didasarkan pada dua keputusan bupati terkait pergantian jabatan. Di Pekon Ulu Semong, Kecamatan Ulu Belu, Enie Yusnita Linda menggantikan Asiri, S.E., yang telah menyelesaikan masa tugasnya. Sementara di Pekon Banjar Agung, Kecamatan Limau, Munzirin resmi diangkat melalui mekanisme PAW menggantikan Fahruddin, S.E., yang sebelumnya menjabat sebagai PJ Kepala Pekon.
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal bagi kedua pejabat baru untuk segera bekerja, mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan, serta memastikan stabilitas wilayah di tengah dinamika anggaran yang ada. (rls/Jenny H)






