banner ucapan hut ri ke 81 kabupaten oku selatan
DaerahPemerintahanTapanuli Selatan

Bupati Tapsel Dorong Penguatan Pengawasan Internal Melalui Pelatihan Probity Audit

41
×

Bupati Tapsel Dorong Penguatan Pengawasan Internal Melalui Pelatihan Probity Audit

Sebarkan artikel ini

Medan, AktualTimes.com – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Gus Irawan Pasaribu, mengapresiasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Pemeriksaan Keuangan Negara (Badiklat PKN) Medan atas kesempatan yang diberikan kepada staf Inspektorat Kabupaten Tapsel untuk mengikuti pelatihan Probity Audit. Pelatihan ini diadakan di Kantor Balai Diklat PKN Medan pada Selasa (10/6/2025), dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas sistem pengawasan internal pemerintahan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Gus Irawan Pasaribu menyampaikan bahwa meski baru menjabat sekitar tiga hingga empat bulan di Tapsel, ia sudah merasakan kekurangan dalam penguatan sistem pengawasan internal. Ia menegaskan pentingnya sistem pengawasan yang ketat, yang biasa diterapkannya di dunia korporasi, untuk diterapkan dalam pemerintahan.

“Di korporasi, sistem audit internal sangat terukur dan memiliki indikator kinerja khusus (IKK) yang harus dicapai. Di pemerintahan, kita mengenalnya dengan istilah SPI (Sistem Pengawasan Internal) atau Inspektorat. SPI ini sangat penting, terlebih saat BPK turun melakukan audit,” ungkap Gus Irawan.

Meskipun diakui bahwa SPI Kabupaten Tapsel sudah mencapai level tiga dalam penilaian Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), Bupati Gus Irawan menegaskan bahwa masih banyak tantangan dalam implementasi sehari-hari. Salah satu yang menjadi fokus adalah penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjalankan SPI.

Bupati juga menilai bahwa pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang probity audit. “Saya lihat ada 29 peserta yang ikut, termasuk tujuh CPNS yang baru saja bekerja. Ini luar biasa. Manfaatkan pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas diri,” ujar Bupati.

Menurut Gus Irawan, kualitas pengawasan internal tidak bisa bergantung sepenuhnya pada audit tahunan oleh BPK. Ia menekankan perlunya sistem pengawasan yang berjalan setiap hari dan dievaluasi secara terus-menerus oleh pihak internal. “Kita tidak bisa merasa aman hanya dengan status WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), karena masih banyak yang harus kita perbaiki,” tambahnya. (*/Andi)