AktualTimes.com,Pemerintahan. Berdasarkan pantauan Media AktualTim ini saat melintasi pembangunan peningkatan jalan Lingkungan GG.MAKAM Rt.04 LK.09 Korpri Kelurahan Way Urang Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) yang diduga amburadul alaias bobrok asal jadi dalam pelaksanaan pengerjaan nya tidak sesuai speck, Minggu (6/8/2023).

Mengapa dengan demikian, di karenakan proyek peningkatan jalan tersebut dalam matrial hamparan batu sabese penuh dengan lumpur tanah dan di pinggir jalan kanan serta kiri jalan tidak disusun dengan batu yang rapih dan kokoh, sehingga ada dugaan bahwa waktu penggilinan batunya keropos penuh dengan tanah seperti bukan batu sabese. Dan ukuran panjang dan lebar dalam pembangunan jalan peningkatan proyek itu tidak di terakan didalam papan informasi proyek tersebut serta tidak ada keterangan ukuran ketebalan jalan yang di terakan dalam sub papan informasi.
Siapakah dalam penyedian proyek tersebut, berdasarkan dalam sub kegiatan adalah;
Kegiatan : PENGEMBANGAN SISTEM PENGELOLAAN PERSAMPAHAN DI DAERAH KABUPATEN/KOTA.
Sub Kegiatan : SOSIALISASI DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PENYEDIAAN SARANA TPA/TPST/SPA/TPS-3R/TPS.
Pekerjaan : PENINGKATAN JALAN LINGKUNGAN GANG MAKAM RT.04 LK.09 KORPRI KEC.KALIANDA LAMPUNG SELATAN.
Pelaksana : CV.JAYA NAWAWI.
Alamat : JL.DR.WAHIDIN SUDIRO NO.32 B KELURAHAN GULAK GALIK KECAMATAN TELUK BETUNG UTARA BANDAR LAMPUNG.
Nilai Kontrak : Rp.465.545.981,91 (empat ratus enam puluh lima juta lima ratus empat puluh lima ribu sembilan ratus delapan puluh satu koma sembilan puluh satu rupiah).
Pelaksanaan : 75 (TUJUH PULUH LIMA) HARI KALENDER.
Tahun Anggaran : 2023.K
endati demikian, dilokasi tersebut terdapat hadir Pegawai dari PUPR Lampung Selatan yang berinisial MZ dan sempat Media AktualTimes.com bertanya kepadanya, sehingga ada dugaan juga bahwa MZ telah mengesub kegiatan tersebut dalam pengiriman barang dan jasa pekerjaan terkait, akan tetapi MZ tidak mengakui bahwa dia ada didalam pengerjaan proyek tersebut.

“Enggak pak, demialoh aja, guwa ga ada apa apanya dengan ini bang, bener. Serius tanya lah dengan diaorang pekerja nya ini.”
“Gini aja bang, tanya dengan Pur diaorang aja bang, atau Maulana anaknya Purwaji, lagian besok senen ini diaorang kesini kok. Dan guwa enggak tahu apa apa masalah ini bang bener aja,” ungkap MZ saat Media ini bertemu muka di lokasi.
Sementara itu, Qomar selaku Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Pemantau Pemdidikan dan Pembangun (MPPP) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Lampung Selatan menyoroti hal tersebut bahwa proyek pembangunan peningkatan jalan itu di duga Amburdul alias asal jadi.
“Ya dalam pembangunan peningkatan jalan gang makam ini tidak sesuai speck. Sehingga ada dugaan bahwa proyek ini sangat amburadul dan asal asalan dan tidak jelas, dalam pengelolaan anggaran nya sampai pelaksanaan materialnya,” terang Qomar.
Lanjut dia, “maka dalm hal ini, saya selaku control sosial sangat menyayangkan terhadap oknum oknum dalam proyek ini yang tidak jelas. Dan ada dugaan juga, untuk mengraup keuntungan pribadi. Padahal itu anggaran APBD Lampung Selatan.”
“Kemudian, proyek tersebut dari ukuran panjang jalannya itu sekira 300 Meter, sehingga boleh di katakan proyek itu amburadul dan tidak sesuai anggaran yang menghabis kan hampir setengah milyar. Karena dari segi speckulasinya saja tidak jelas serta tidak sesuai, dan material batu sabesenya banyak bercampur tanah, serta dari ukuran ketebalan dan susunan batu dari samping kiri dan kanan jalan itu tidak ada juga,” jelasnya.
Sambung dia lagi, “namun apalagi ada salah satu pegawai PUPR Lamsel inisial MZ ada di lokasi, akan tetapi dia (MZ) tergesa gesa menghindar, dan terkesan tidak senang dalam kehadiran saya, saat untuk bertanya dalam penjelasan proyek tersebut, sehingga saya sangat kecewa dan menimbulkan penuh dugaan ada penyelewengan anggaran proyek tersebut,” pungkasnya.
Sampai berita ini Terbit belum ada kejelasan untuk Konfirmasi terhadap Dinas terkait dan PPK proyek pembangunan peningktan jalan tersebut. (ALI).







