banner ucapan hut ri ke 81 kabupaten oku selatan
Labuhanbatu UtaraPeristiwaTopik Terkini

Empat Unit Hunian Semi Permanen di Sialang Taji Ludes Dilalap Api Usai Berbuka Puasa

783
×

Empat Unit Hunian Semi Permanen di Sialang Taji Ludes Dilalap Api Usai Berbuka Puasa

Sebarkan artikel ini
Rumah Terbakar Sialang Taji, Kebakaran Labuhan Batu Utara, Kualuh Selatan Sumut, Musibah Kebakaran Ramadan, Damkar Labuhan Batu, Kebakaran Rumah Semi Permanen, Desa Sialang Taji, Korban Kebakaran Sumatera Utara, Bencana Kebakaran 2026, Puluhan Juta Kerugian Kebakaran,

AktualTimes.com, Labura – Musibah kebakaran menghanguskan empat unit rumah warga di Dusun Pardomuan, Desa Sialang Taji, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara. Peristiwa rumah terbakar ini terjadi pada Senin petang, 16 Maret 2026, sekitar pukul 19.13 WIB, tepat setelah warga menjalankan ibadah berbuka puasa Ramadan.

Kebakaran hunian tersebut meluluhlantakkan bangunan semi permanen milik empat kepala keluarga yang berdomisili di satu titik kompleks perumahan. Korban kebakaran diidentifikasi sebagai Nek Ani (60 tahun), Ewin (44 tahun), almarhum Joni, dan Nek Asma (70 tahun). Beruntung dalam insiden rumah terbakar ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dialami penghuni.

Namun kerugian material cukup signifikan dialami Nek Ani. Di dalam kediamannya yang hangus total, satu unit sepeda motor Honda Beat dan uang tunai sekitar Rp 20 juta ikut menjadi abu. Nilai kerugian keseluruhan dari kejadian kebakaran ini masih dalam estimasi, namun diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Berdasarkan keterangan saksi mata, Heni yang merupakan menantu dari Nek Ani mengungkapkan detik-detik awal munculnya api. “Saya melihat percikan api dari bagian atas kamar tidur dan langsung memberitahu mertua saya yang sedang berada di dalam,” tutur Heni saat ditemui di lokasi musibah.

Adi, suami dari Heni dan salah satu korban kebakaran rumah, menjelaskan kondisinya saat kejadian. Pria tersebut tengah berada di luar rumah karena sedang bekerja. Sekembalinya ke kediaman, ia hanya menyaksikan puing-puing bangunan yang tersisa. “Selain rumah yang rata dengan tanah, sepeda motor Beat dan uang Rp 20 juta ikut terbakar,” ungkap Adi dengan nada kecewa.

Tim pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Labuhan Batu Utara menerima laporan dan bergerak cepat menuju lokasi. Tiga unit mobil damkar tiba di TKP sekitar pukul 19.52 WIB. Namun sayangnya, kondisi bangunan sudah terlalu parah ketika petugas datang. Api telah menghabiskan struktur kayu dan material mudah terbakar lainnya.

Petugas pemadam kebakaran kemudian beralih fokus untuk melakukan pendinginan. Tindakan ini bertujuan mencegah api menjalar ke rumah-rumah penduduk di sekitar lokasi kebakaran. Upaya pemadaman berlangsung intensif hingga sekitar pukul 21.39 WIB, ketika api dipastikan benar-benar padam dan tidak ada lagi kepulan asap yang membahayakan.

Kejadian rumah terbakar di Sialang Taji ini menambah daftar panjang insiden kebakaran hunian yang terjadi di Indonesia pada awal tahun 2026. Data menunjukkan tren kebakaran meningkat seiring dengan musim kemarau yang lebih panjang dan kondisi cuaca ekstrem . Berbeda dengan kebakaran lahan, sebagian besar peristiwa rumah terbakar justru berasal dari dalam bangunan akibat kelalaian atau korsleting listrik.

Warga Sialang Taji kini berharap bantuan tanggap darurat dari pemerintah daerah dan relawan. Kebutuhan mendesak meliputi tempat tinggal sementara, pakaian, dan logistik harian selama Ramadan. Musibah ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di malam hari saat aktivitas memasak dan penggunaan lampu meningkat.

Pemerintah Desa Sialang Taji bersama aparat kecamatan masih melakukan pendataan detail terkait kerugian warga. Rencananya, bantuan rehabilitasi hunian akan didorong melalui program penanganan bencana daerah dan sumbangan masyarakat. Proses investigasi penyebab kebakaran juga masih berlangsung untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (Lijait)