Boltara, Sulawesi Utara – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) menggelar kegiatan edukatif sekaligus kompetitif dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Sekretaris Daerah Kabupaten Boltara, dr. Jusnan C. Mokoginta, MARS., secara resmi membuka Lomba Cerdas Cermat tentang Pengelolaan Keuangan Antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Acara berlangsung di Aula Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Boltara pada Rabu, 13 Agustus 2026.
Kegiatan yang menggabungkan unsur hiburan dan pembelajaran ini menjadi ajang unik bagi seluruh jajaran aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Boltara untuk mengasah pengetahuan sekaligus bersaing secara sehat dalam memahami tata kelola keuangan daerah.
Di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas yang semakin tinggi, lomba semacam ini dinilai sangat relevan untuk meningkatkan kapasitas SDM aparatur.
Pembukaan Resmi oleh Sekda Bolmut
Dalam sambutan pembukaannya, dr. Jusnan C. Mokoginta menegaskan bahwa lomba cerdas cermat ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk memeriahkan HUT RI.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk mengevaluasi dan meningkatkan pemahaman seluruh jajaran OPD terkait pengelolaan keuangan daerah yang baik dan benar sesuai peraturan perundang-undangan.
Sebagai Sekretaris Daerah yang memegang peran strategis dalam mengoordinasikan seluruh perangkat daerah, Mokoginta menyadari bahwa kualitas pengelolaan keuangan menjadi penentu utama keberhasilan pembangunan.
Kesalahan dalam pengelolaan anggaran, meski terlihat sepele, dapat berdampak besar pada kelancaran program-program pembangunan yang telah direncanakan.
“Kegiatan ini kita gelar tidak hanya untuk memeriahkan HUT RI ke-81, tetapi juga untuk memastikan bahwa seluruh jajaran OPD memiliki pemahaman yang sama dan komprehensif tentang tata cara pengelolaan keuangan daerah. Semoga melalui lomba ini, kesadaran akan pentingnya transparansi dan akuntabilitas semakin meningkat,” ujar Sekda.
Peserta dari Berbagai OPD
Lomba Cerdas Cermat Pengelolaan Keuangan Antar OPD ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Para peserta yang hadir bukan hanya berasal dari OPD yang secara langsung bergerak di bidang keuangan, melainkan juga dari instansi teknis lainnya yang turut terlibat dalam penggunaan anggaran daerah.
Keikutsertaan berbagai OPD menunjukkan bahwa pemahaman tentang pengelolaan keuangan bukan lagi monopoli BPKD atau Bagian Keuangan Setda semata.
Setiap kepala OPD, bendahara, dan staf perencanaan perlu memahami dengan baik mekanisme perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban, dan pengawasan anggaran agar program kerja masing-masing dapat berjalan efektif dan efisien.
Kehadiran Pejabat Strategis
Acara pembukaan lomba tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat strategis di lingkungan Pemkab Bolmut. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan hadir memberikan dukungan penuh, mengingat kegiatan ini sangat relevan dengan tugasnya dalam mengoordinasikan pembangunan dan perekonomian daerah.
Tak ketinggalan, Asisten Bidang Administrasi Umum juga menyempatkan hadir. Kehadirannya menunjukkan bahwa aspek administrasi dan tata kelola pemerintahan, termasuk di dalamnya pengelolaan keuangan, mendapat perhatian serius dari jajaran pimpinan daerah.
Selain para asisten, hadir pula para pimpinan OPD yang membawa serta tim perwakilannya untuk mengikuti lomba. Kehadiran pimpinan OPD tersebut memberikan motivasi tersendiri bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Tidak hanya itu, jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara turut memenuhi Aula BPKD untuk menyaksikan dan memberikan dukungan kepada rekan-rekan mereka yang bertanding.
Materi dan Konsep Lomba
Lomba Cerdas Cermat kali ini mengusung tema pengelolaan keuangan daerah yang mencakup berbagai aspek teknis. Materi yang diujikan meliputi perencanaan anggaran berbasis kinerja, mekanisme penatausahaan keuangan daerah, pertanggungjawaban belanja, pengawasan internal, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang keuangan negara dan daerah.
Konsep lomba dirancang sedemikian rupa agar tidak hanya menguji hafalan pasal-pasal peraturan, melainkan juga kemampuan analisis dan pemahaman kontekstual para peserta terhadap berbagai kasus pengelolaan keuangan yang sering dihadapi dalam praktik sehari-hari.
Dengan demikian, manfaat yang diperoleh peserta tidak hanya bersifat teoritis, melainkan juga aplikatif.
Membangun Budaya Sadar Keuangan
Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat Pengelolaan Keuangan Antar OPD ini diharapkan dapat membangun budaya sadar keuangan di kalangan aparatur pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan efisien harus menjadi bagian dari nilai-nilai dasar setiap pegawai negeri.
Dengan pemahaman yang merata di seluruh jajaran OPD, diharapkan kualitas laporan pertanggungjawaban keuangan daerah akan semakin meningkat.
Hal tersebut secara langsung akan berdampak positif pada penilaian kinerja pemerintah daerah, baik dari sisi internal maupun eksternal, termasuk penilaian oleh Inspektorat dan Kementerian Dalam Negeri.
Harapan Kedepan
Di akhir sambutannya, dr. Jusnan C. Mokoginta menyampaikan selamat bertanding kepada seluruh peserta dan berharap agar lomba dapat berjalan dengan sportif.
Kemenangan, menurutnya, bukanlah tujuan utama, melainkan proses pembelajaran dan peningkatan kapasitas yang terjadi selama persiapan dan pelaksanaan lomba.
“Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Jadikan lomba ini sebagai ajang silaturahmi dan pembelajaran bersama. Semoga kita semakin kompeten dalam mengelola keuangan daerah untuk kemajuan Bolaang Mongondow Utara,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya aparatur dalam bidang pengelolaan keuangan daerah.
Semoga momentum HUT RI ke-81 ini tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga titik balik bagi peningkatan tata kelola pemerintahan yang lebih baik di masa mendatang. (FAM)







