Maluku

Harga Telur Ayam di Seram Bagian Timur Naik, Jelang Idul Adha

48
×

Harga Telur Ayam di Seram Bagian Timur Naik, Jelang Idul Adha

Sebarkan artikel ini

SBT,AktualTimes.Com,- Sejumlah jenis telur ayam yang merupakan bahan pangan masyarakat di daerah Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mengalami loncatan harga naik dan turun akibat Pemerintah Daerah (Pemda) tidak menentu dalam menunjukan sikap sebagai fungsi pengawasan terhadap bahan pokok pada daerah setempat.

Hal tersebut disampaikan pemilik Toko Niar Bapak Arsun yang terletak di Jln. Wailoa Besar/Lemumir Kecamatan Bula SBT.

Ia menjelaskan, naiknya harga telur ayam jelang Hari Raya Idul Adha ini mengalami penurunan harga hingga naik harga akibat penadah telur ayam di SBT kehabisan stok, menunggu transfer masuk di daerah dari Provinsi Maluku/Ambon menunggu hingga minggu hampir bulanan.

“Telur Ayam yang dijual itu terdapat beberapa jenis yaitu, Telur Ayam Kampung, telur ayam beras dan telur Bebek.”tutur pemilik toko Niar pada media ini, Minggu (09/06/2024)

Menurutnya semakin banyak telur semakin minat pelanggan untuk membeli dan semakin hari harganya semakin naik, kenaikan harga telur itu tergantung dari batas atau kehabisan stok telur di tokonya.

“Batas naiknya dikisaran berapa hari dan minggu bahkan bulanan. Jika telur pada toko kami hampir habis maka harganya itu akan lebih dominan naik, tetapi tidak terlalu berlebihan dari harga awal yang biasanya.”jelasnya.

Kata dia, harga telur di tokonya bergantung dari toko yang berada di Ambon, jika stoknya habis maka dari Ambon yang akan salurkan secepatnya ke cabang tokonya di Bula itu.

“Jika stok telur saya kehabisan dan dikirim dari toko saya di Ambon sudah masuk, berarti harganya distabilkan seperti semula.” ucapanya

Harga telur dijual dengan harga Rp. 400.000 per ikat dan satu rak itu harganya Rp. 80.000- Rp, 90. 000, telur dijual Rp,3.000 per butir., “Untuk ayam kampung saya jual Rp, 5.000 per butir,”tuturnya.

Narti Lapisudin pedagang telur, mengatakan harga telur ayam beras di Pasar Baru desa Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten SBT, jika semakin banyak telur maka semakin naik pula harganya, itu tergantung dari toko yang Dia percaya sebagai langganan pembeli Telur tersebut.

Telur dijual ke masyarakat itu dengan harga sebesar Rp. 400.000 per ikat. Kembali dijual 2 butir dengan harga RP, 5.000, sedangkan satu rak dengan harga Rp.70. 000 (Tuju Puluh Ribu). “Telur ayam kampung yang dijual ke masyarakat dengan harga Rp 5.000 (Lima Ribu )per butir, lebih mahal dari ayam beras,”pungkasnya. (*Grisman)