Boltim, AktualTimes.com – Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 dengan semangat menjaga dan melestarikan budaya leluhur. Acara yang berlangsung di halaman kantor Bupati Tutuyan pada Senin, 22 Juli 2024, ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Bupati Boltim Dr. Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M.Si dan istrinya, Ny. Seska Ervina Budiman, S.Sos.
Ajakan Bupati untuk Menjaga Budaya
Dalam sambutannya, Bupati Sam Sachrul Mamonto, yang akrab disapa SSM, menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur. Ia mengingatkan bahwa dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan datang, masyarakat harus tetap menjaga etika dan saling menghormati.
“Budaya menghina, mengejek, dan tidak menghargai pemimpin bukanlah budaya orang Bolaang Mongondow Timur,” tegas SSM. Ia berharap agar seluruh masyarakat Boltim dapat menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang kini mulai luntur.
Penghargaan kepada Pemimpin Terdahulu
SSM juga memberikan apresiasi kepada pemimpin-pemimpin terdahulu yang telah meletakkan dasar pembangunan di Kabupaten Boltim. Ia menyebutkan nama-nama seperti Pj. Bupati Kandoli Mokodongan, Bupati Sehan Landjar, SH, dan Wakil Bupati Medy Lensun, ST, yang telah berkontribusi besar dalam perkembangan daerah ini.
Tak lupa, SSM juga menghormati tokoh-tokoh pemekaran Kabupaten Boltim seperti mantan Bupati Bolaang Mongondow Hj. Marlina Moha Siahaan dan mantan Wakil Bupati Drs. Sehan Mokoapa Mokoagow. Menurutnya, peran mereka sangat penting dalam pembentukan identitas dan pembangunan Boltim.
Menjaga Kehidupan Berbudaya
Bupati menyoroti bahwa kehidupan berbudaya di Boltim mulai bergeser seiring berjalannya waktu. “Perubahan zaman tidak bisa dihindari, namun kita harus berusaha menjaga nilai-nilai yang telah diturunkan oleh para leluhur,” ujar SSM. Ia menambahkan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Pentingnya Nilai-Nilai Kearifan Lokal
Dalam kesempatan tersebut, SSM juga menekankan pentingnya nilai-nilai kearifan lokal yang harus terus dipertahankan. Menurutnya, kearifan lokal adalah kekayaan yang tidak ternilai dan harus dijaga agar tidak punah. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk aktif dalam kegiatan-kegiatan yang dapat melestarikan budaya lokal, seperti upacara adat, seni, dan tradisi lisan.
Peran Generasi Muda
SSM menekankan pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan budaya. Ia mengajak kaum muda untuk lebih mengenal dan mencintai budaya lokal. “Generasi muda adalah penerus masa depan Boltim. Mereka harus tahu dan bangga dengan budayanya sendiri,” kata SSM.
Ia berharap, dengan adanya kesadaran ini, generasi muda dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan budaya leluhur. SSM juga mengajak para orang tua untuk memberikan pendidikan budaya sejak dini kepada anak-anak mereka.
Program Pemerintah dalam Pelestarian Budaya
Pemerintah Kabupaten Boltim, di bawah kepemimpinan SSM, berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang berkaitan dengan pelestarian budaya. Ia menyebutkan beberapa program yang sudah dan akan dilaksanakan, seperti festival budaya, lomba-lomba seni, dan pelatihan-pelatihan kearifan lokal.
Selain itu, SSM juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam mengikuti kegiatan-kegiatan budaya yang diselenggarakan oleh pemerintah. “Partisipasi aktif dari masyarakat sangat penting untuk keberhasilan program-program ini,” ujarnya.
Harapan di HUT ke-16 Boltim
Mengakhiri sambutannya, SSM mengungkapkan harapannya agar di usia ke-16 ini, Kabupaten Boltim dapat terus berkembang dan maju tanpa melupakan akar budayanya. Ia berharap masyarakat Boltim dapat hidup rukun dan harmonis, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya leluhur.
“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita bisa membawa Boltim menuju masa depan yang lebih baik,” pungkas SSM.
Peringatan HUT ke-16 Kabupaten Boltim menjadi momentum penting bagi Bupati Sam Sachrul Mamonto untuk mengajak seluruh masyarakat menjaga dan melestarikan budaya leluhur. Melalui berbagai program dan kegiatan, SSM berharap budaya dan kearifan lokal Boltim dapat terus hidup dan menjadi kebanggaan bersama. Dengan demikian, Boltim tidak hanya maju secara fisik tetapi juga kuat secara budaya.






