AktualTimes.com, Peristiwa – Sebagaimana yang diperoleh awak media ini, Kamis (27/04/2023) pagi hari tadi. Dimana, hujan yang belangsung pada (26/04) kemarin, nyatanya membawa kesedihan bagi sejumlah warga di Desa Kayumoyondi, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), yang memiliki rumah dibantaran sungai.
Pagi tadi, sekira pukul 07.00 WITA, ketika awak media sampai dilokasi terjadinya banjir atau pun luapan air bah sungai didesa Kayumoyondi, menyisakan rasa sedih bagi warga yang terdampak banjir ini. Bukan tak menginginkan berkah serta rahmat dari tuhan yang maha kuasa atas hujan, namun hal tersebut sering terjadi, dan akibatnya pemukim bantaran sungai ini berkali kali merugi.
Salah satunya para pengusaha kecil, seperti pemilik bengkel motor yang tak ingin disebutkan nama. Kepada awak media ia menuturkan bila usaha yang sedang ia kemas itu lantas dihantam banjir semalam. Bahan dagangannya pun sebagian dibawah hanyut arus air. Apa boleh buat, sisa sisa bahan dagangannya pun hingga banjir surut, tak seutuhnya kembali.
“Kalau perdus, depe harga ada yang RP 700.000 dan RP 800.000, mar ini ada 20 botol oli staw torang pe oli yang ada anyor, napa yang ada dapa ini pagi so kurang satu”, ucap pemilik bengkel.
Masih dari warga bantaran sungai yang sama, watini abarang, tak jauh dari lokasi bengkel, tepatnya rumah Watini ini terletak hampir berhadapan dengan bengkel kecil tersebut. Dirinya mengaku, bila bukan hanya isi dari dalam rumah miliknya yang dirasanya rusak. Namun, yang diperuntukan bagi tamu lebaran pun hanyut, belum lagi hewan ternaknya yang entah sudah sampai kemana dibawa arus banjir.

“Bukang cuma kadera deng tampa tidor ini yang basah, helekan mesin cuci, deng mo pake ba hari raya aer bawa,” ucap Watini Abarang.
Namun, tak hanya Watini Abarang yang mengalami hal serupa, Jubaeda Mamonto (53) warga desa setempat, yang juga bertetangga dengan bengkel kecil tadi. Ketika disambangi awak media, dirinya juga menuturkan bahwa rumah yang ia huni terkena banjir. Puluhan ternak ayam miliknya sering hilang dibawa arus banjir air bah sungai itu.
Dirinya hanya bisa ikhlas, karena memang bantuan dari pihak Pemerintah setempat tidak ada yang pernah sampai kepadanya, untuk menggantikan ternak ternak tadi yang hanyut. Menurutnya lagi, ternak ternaknya ini merupakan penyokong ekonomi keluarganya juga. Bagaimana tidak, dari paparan Jubaeda bahwa per-ekor ayam kampung itu dihargai sebesar Rp 150.000, yang jika dibawah hanyut oleh banjir sebanyak 30 ekor, maka ada sekitar Rp 4.500.000,.
“Baju so basah samua, nda ta tidor satu malam, aer dari jam 4 so mulai nae, nanti jam 3 baru turung itu aer, baru baku kase bersih deng ini pece samua. Kita pe ayam tiap kali mo bagini, ada 30 ekor yang jaga ilang, itu lalu. Kalau skarang ini bulum ba hitung, dari masi sibuk kase bersih rumah”, tutur Jubaeda.
Sempat awak media tanyakan tentang hewan ternak yang dimiliki Ibu Jubaeda ini apa saja, dirinya menegaskan bila ada pun Kambing yang ia pelihara, tetapi kambing itu aman aman saja dan tidak satu ekor pun yang terbawa hanyut arus banjir semalam.

“Ada kambing, mar kambing ada bekeng akang depe tampa tidor, kan tinggi jadi aer nda mo dapa pa dorang”, tegas Jubaeda.
Disamping itu, menurut keterangan yang berhasil awak media ini himpun dari lokasi kejadian, warga yang terdampak pula mengungkap bahwa bantuan berupa ganti akan kerugian yang mereka alami hingga saat ini tak kunjung sampai. Sebab, bukan kali ini saja bencana tersebut dialami oleh warga bantaran sungai ini.
“Kalau datang baku bantu dengan torang mo ba kase bersih bersih rumah, ada dorang datang. Mar kalau rupa bibit ayam yang katanya kacili kacili mo ba ganti akang itu yanda ada,” tutup Jubaeda.
Selain itu, warga yang terdampak banjir didesa Kayumoyondi ini, meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Boltim, agar kiranya dapat memperhatikan penyebab dari menguapnya air bah sungai didesa itu.







