KendalPeristiwaTopik Terkini

Kebahagiaan di Hari Raya, Dua Warga Binaan Lapas Plantungan Bebas Bersyarat

211
×

Kebahagiaan di Hari Raya, Dua Warga Binaan Lapas Plantungan Bebas Bersyarat

Sebarkan artikel ini
Pembebasan Bersyarat Idul Fitri 2026: Dua Narapidana Lapas Plantungan Kendal Kembali ke Keluarga

AktualTimes.com, Kendal – Suasana Hari Raya Idul Fitri tahun ini membawa kebahagiaan tersendiri bagi dua warga binaan di Lapas Pemuda Plantungan. Pada momen yang penuh makna tersebut, pihak lapas memberikan Pembebasan Bersyarat (PB) kepada dua narapidana berdasarkan Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor PAS-166.PK.05.03 Tahun 2026 tertanggal 4 Februari 2026, Sabtu (21/03).

Di hari yang fitri ini, kedua narapidana tampak haru dan bahagia saat dijemput langsung oleh keluarga masing-masing. Suasana penuh kehangatan dan tangis bahagia pun menyelimuti proses penjemputan tersebut, menjadi awal baru bagi mereka untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Kepala Lapas Pemuda Plantungan dalam keterangannya menyampaikan bahwa pemberian Pembebasan Bersyarat merupakan hak warga binaan yang telah memenuhi seluruh persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pembebasan bersyarat ini adalah bentuk penghargaan atas proses pembinaan yang telah dijalani dengan baik. Kami berharap mereka dapat kembali ke masyarakat dan menjalani hidup yang lebih baik serta tidak mengulangi kesalahan yang sama,” Tegas Kalapas Suharno.

Lebih lanjut, Kalapas juga menegaskan komitmen integritas dalam pelayanan di Lapas Pemuda Plantungan.

“Kami tegaskan bahwa seluruh layanan di Lapas Pemuda Plantungan diberikan secara gratis dan tidak dipungut biaya. Ini adalah komitmen kami dalam mewujudkan pelayanan yang bersih, transparan, dan akuntabel,” tambahnya.

Selanjutnya, kedua narapidana akan diarahkan untuk menjalani proses pembimbingan dan pengawasan di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Semarang sebagai bagian dari tahapan reintegrasi sosial.

Hari Raya Idul Fitri pun menjadi simbol kemenangan dan harapan baru, tidak hanya dalam makna spiritual, tetapi juga sebagai momentum bagi warga binaan untuk kembali ke jalan yang lebih baik dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Penulis : Redaksi