banner ucapan hut ri ke 81 kabupaten oku selatan
DaerahHukum & KriminalPeristiwaSumatera UtaraTapanuli Selatan

Kepala SMP Negeri 2 Simarpinggan Kec Angkola Selatan Disinyalir Korupsi Dana BOS

61
×

Kepala SMP Negeri 2 Simarpinggan Kec Angkola Selatan Disinyalir Korupsi Dana BOS

Sebarkan artikel ini


AktualTimes.com, Hukum & Kriminal, Tapsel
Kepala SMP Negeri 2 Simarpinggan Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Muhammad Yatim disinyalir korupsi Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Pasalnya, pengelolaan dana BOS tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Bantuan Operasional Sekolah tahun 2022, 2023 dan 2024.

Berdasarkan data rincian KAS BOS SMP Negeri 2 Simarpinggan diketahui dana BOS yang diterima Rp507.060.000. Adapun rinciannya yaitu, tahap I dana sebesar Rp152.145.000, tahap II Rp202.770 dan tahap III Rp152.145.000.

Penggunaan Dana BOS SMP Negeri 2 Simarpinggan untuk Belanja Barang Jasa BOS sebesar Rp232.415.000 dan Belanja Modal sebesar Rp96.584.700.


Berdasarkan informasi dilapangan, pengelolaan Dana BOS tidak melibatkan tim manajemen sekolah, termasuk pembuatan ARKAS. Sehingga kepala sekolah SMP Negeri 2 Angkola Selatan Muhammad Yatim diduga merekayasa laporan pertanggungjawaban Dana BOS seolah-olah sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Dalam perbelanjaan Dana BOS diduga Kepala Sekolah berkerjasama dengan pihak Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan khususnya belanja modal. Padahal bertentangan dengan Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan.

Kepala SMP Negeri 2 Simarpinggan Angkola Selatan Muhammad Yatim saat dikonfirmasi, Senin (10/06/24) perihal penggunaan Dana BOS kepada wartawan mengatakan bahwa pengelolaan Dana BOS tidak diketahuinya. Yang paling anehnya, Muhammad Yatim mengalihkan pembicaraan dan mengaku pernah menjadi anggota LSM Nusantara. Bahkan mengaku pergaulannya hampir setiap hari mangkal di simpang jalan Sitombol Kota Padangsidimpuan bertemu dengan mantan Bupati Paluta. “Saya ini orang lapangan dan keluarga kami lah raja di Padang matinggi”, katanya.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Arman Pasaribu saat dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsapp tidak ada jawaban.
(Tim)