LabuhanbatuPemerintahanPolitikTopik Terkini

Prevalensi Stunting Labuhanbatu 25,3 Persen, Bupati Maya Hasmita Gencarkan Program GENTING

199
×

Prevalensi Stunting Labuhanbatu 25,3 Persen, Bupati Maya Hasmita Gencarkan Program GENTING

Sebarkan artikel ini
Prevalensi stunting di Labuhanbatu mencapai 25,3 persen di atas target nasional 18,8 persen. Bupati Maya Hasmita gencarkan Program GENTING dengan melibatkan orang tua asuh untuk memberikan pendampingan kepada 68.679 keluarga berisiko stunting.

AktualTimes.com, Labuhanbatu – Kabupaten Labuhanbatu menghadapi tantangan serius dalam penanganan stunting dengan angka prevalensi yang masih berada di atas target nasional. Data Survei Status Gizi Indonesia tahun 2025 mencatat bahwa persentase stunting di wilayah ini mencapai 25,3 persen, jauh melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 18,8 persen. Kondisi ini menjadi perhatian utama pemerintah daerah yang berkomitmen menurunkan angka stunting melalui berbagai intervensi strategis.

Dalam upaya mengatasi permasalahan ini, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menggelar kegiatan penyaluran bantuan Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) Tahap III Tahun 2026. Acara yang berlangsung di Ruang Data dan Karya, Kompleks Kantor Bupati pada Rabu 4 Maret 2026 ini dihadiri langsung oleh Bupati Maya Hasmita, Wakil Bupati H. Jamri, serta Ketua TP PKK Labuhanbatu Ny. Wan Jumasari Dewi.

Bupati Maya Hasmita menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan pendekatan kolaboratif yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. Menurutnya, intervensi pemerintah saja tidak cukup untuk mengatasi permasalahan kompleks yang berdampak pada masa depan generasi muda ini. Ia menekankan bahwa stunting bukan sekadar angka statistik, melainkan isu krusial yang menentukan kualitas sumber daya manusia Labuhanbatu di masa depan.

Berdasarkan data Pendataan Keluarga Semester II Tahun 2024, terdapat 68.679 keluarga yang tergolong dalam kategori Keluarga Risiko Stunting. Dari target 1.330 keluarga yang akan mendapat pendampingan melalui mitra Orang Tua Asuh, baru 238 keluarga yang telah menerima manfaat berupa paket nutrisi, edukasi gizi, dan program bedah rumah.

Program GENTING dirancang sebagai intervensi komprehensif yang tidak berhenti pada seremonial penyaluran bantuan semata. Pendekatan ini menekankan konsistensi program, pengawasan ketat, dan edukasi berkelanjutan kepada keluarga berisiko. Dengan prevalensi stunting yang masih di atas seperempat jumlah balita di Labuhanbatu, dibutuhkan kerja sama multisektoral untuk mencapai penurunan angka yang signifikan.

Bupati Maya menyampaikan optimisme bahwa dengan partisipasi aktif seluruh pihak, target penurunan stunting dapat tercapai. Program GENTING menjadi wadah konkret bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam mencegah stunting melalui peran orang tua asuh yang memberikan pendampingan intensif kepada keluarga-keluarga rentan.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan-perusahaan di wilayah Labuhanbatu. Sejumlah badan usaha telah menyatakan komitmennya untuk mendukung program ini dengan memberikan makanan tambahan bergizi selama enam bulan kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan.

Penanganan stunting di Labuhanbatu menjadi prioritas utama mengingat dampak jangka panjangnya terhadap kualitas hidup anak-anak. Anak-anak yang tumbuh dengan kondisi stunting berisiko mengalami gangguan perkembangan kognitif dan motorik yang dapat memengaruhi produktivitas mereka di masa dewasa. Oleh karena itu, intervensi dini melalui program seperti GENTING diharapkan dapat mencegah terjadinya kerugian-kerugian tersebut.

Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan cakupan program dan memperluas jangkauan bantuan kepada keluarga-keluarga yang belum terlayani. Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, Labuhanbatu bertekad menurunkan prevalensi secara bertahap menuju target nasional. (Lijat)