Breaking NewsDaerahTopik Terkini

Proyek Cetak Sawah Di Kabupaten OKI Di Sorot, Sulap Sekolah Jadi Direksi Keet Pekerja Dan Logistik.

854
×

Proyek Cetak Sawah Di Kabupaten OKI Di Sorot, Sulap Sekolah Jadi Direksi Keet Pekerja Dan Logistik.

Sebarkan artikel ini

Pedamaran OKI,Aktualtimes.com
Proyek Cetak Sawah di Desa Cinta Jaya Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan kembali menjadi sorotan masyarakat luas karena masih saja menggunakan fasilitas SD fillial yang menginduk di SDN 4 Pedamaran untuk dipakai sebagai Direksi Keet Proyek Cetak Sawah dan ini sudah berlangsung cukup lama sehingga sangat mengganggu kegiatan belajar dan mengajar siswa serta guru.


Kepala SDN 4 Pedamaran Syamsul S.Pd saat di konfirmasi melalui WhatsApp Rabu (8/7) membenarkan kalau sampai hari ini gedung sekolah tersebut masih di pakai untuk Direksi Keet Pekerja dan Logistik Proyek, saat ini hanya satu ruang kelas yang bisa dipakai untuk belajar oleh siswa dua lokal nya dipakai oleh pekerja dan untuk menyimpan  barang milik proyek cetak sawah, ini jelas mengganggu konsentrasi siswa dalam mengikuti pembelajaran karena disamping aktifitas pekerja  banyak juga barang-barang yang di taruh seperti dirigen bahan bakar jenis solar, baju-yang di jemur, alat masak dan lain-lain, padahal dulu kami sudah mengajukan keberatan dan meminta untuk dipindahkan tapi tidak di gubris seraya meminta kepada pihak terkait untuk mengakomodir kepentingan siswa dan guru ujar Syamsul. 


Sementara itu saat masalah ini di konfirmasikan ke Kodim 0402 OKI-OI melalui pesan WhatsApp Rabu (8/7) melalui Kapten Asep selaku Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) sampai berita ini di tayangkan belum memberikan jawaban.

LSM BARAK NKRI Sumsel Dedi Ardiansyah saat  dimintai tanggapan nya terkait masalah ini  sangat menyayangkan jika fasilitas milik negara seperti Sekolah Dasar digunakan untuk kepentingan proyek yang di pihak ketigakan, seharus nya pihak pelaksana bisa membangun direksi keet sendiri karna sepemahaman kami setiap proyek yang menganggarkan dana milyaran rupiah apalagi sumber nya dari APBN sudah pasti ada post anggaran untuk pembangunan direksi keet untuk pekerja dan barang,lagian yang memberikan izin bisa di persoalkan apa dasar nya sampai harus mengorbankan siswa yang belajar nya menjadi terganggu.
Kami minta kepada instansi dan institusi terkait untuk melakukan audit dan pemeriksaan terkait proyek ini Termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun tangan, tidak seharus proyek negara harus mengorbankan kepentingan masa depan anak bangsa karena fasilitas belajar nya di sulap jadi diresi keet untuk kepentingan pihak ketiga yang mencari untung di proyek negara yang di biayai oleh pajak rakyat tegas Dedi. untuk berita selanjut nya akan di upayakan konfirmasi ke pihak terkait.(haris/ipan)