ManggaraiNusa Tenggara TimurPeristiwaTopik Terkini

Resmikan Gedung Serbaguna Baru, Umat Katolik Bersama Pastor Paroki Robek Keuskupan Ruteng Manggarai NTT Gelar Upacara Adat Kebeng

24
×

Resmikan Gedung Serbaguna Baru, Umat Katolik Bersama Pastor Paroki Robek Keuskupan Ruteng Manggarai NTT Gelar Upacara Adat Kebeng

Sebarkan artikel ini
IMG_20221203_210509-scaled.jpg

AktualTimes.com, Peristiwa – Umat katolik bersama pastor paroki St.Thomas Morus Robek keuskupan Ruteng Manggarai,NTT menggelar Ritual adat Kebeng peresmian gedung serbaguna baru.

Rangkaian upacara adat kebeng ini berlangsung selama kurang lebih 4 hari sejak 27 November 2022.Berbagai kegiatan dan ritual adat lainnya dilakukan hingga hari puncak 30 November 2022.

Peresmian gedung serbaguna paroki menurut tata budaya Manggarai ini dimeriahkan dengan pementasan permainan tari caci adat Manggarai.Pemain caci dari kampung Cenop sebagai tamu penantang atau dalam istilah setempat menyebut ‘meka landang’.

Upacara ini bertujuan untuk memohon kepada Mori Jari Dedek (Tuhan Pencipta) dan Leluhur agar bangunan tersebut tidak mudah rubuh ambruk atu rusak yang dalam bahasa setempat menyebut “neka koe geges siri leles,neka koe goro siri bongkok”.

Di hari puncak penyelenggaraan upacara adat kebeng tersebut dihadiri oleh sejumlah undangan di antaranya Vikep kevikepan Reo,Romo Herman Ando,Pr, Pastor Paroki Loce,Romo Tarsi Obot,Pr, Utusan Bupati Manggarai,Sil Hadir,camat Reok,camat Reok Barat,para kepala desa,ketua DPP paroki Robek,para ketua dewan stasi,para ketua KBG se-paroki Robek,tokoh agama,tokoh adat,anggota TNI dan Polri serta tenaga kesehatan.

Selain itu,hadir juga perwakilan pater Kamelus Kamus,CICM dan Mr.Julian selaku donatur pembangunan gedung serbaguna tersebut.

Para tamu yang hadir terlebih dahulu diterima resmi secara adat dalam sesi ‘kapu’. Setelah diterima resmi,para tamu menyampaikan dukungan mereka terhadap peresmian gedung serbaguna tersebut lalu dilanjutkan dengan ritual adat ‘kebeng’ sebagai upacara puncak.

Semua yang mengikuti ritual tersebut terpantau mengenakan kemeja putih polos dengan bawahannya memaki sarung songke serta atribut khas Manggarai lainnya seperti topi dan selendang songke.

Ritual adat Kebeng ini berlangsug hikmat penuh nuansa budaya dan persaudaraan. Pastor paroki St.Thomas Morus Robek,Romo Lazarus Pice Jonta,Pr mengatakan bahwa pelaksanaan ritual adat dalam peresmian gedung serbaguna paroki tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Agama dan Budaya sekaligus untuk meneruskan tradisi leluhur.

“upacara adat ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara agama dan budaya dalam melanjutkan tradisi leluhur” ungkap Romo Lazarus.

Agama dan budaya tambahnya adalah satu kesatuan sebab di dalam budaya terdapat nilai iman katolik,demikian juga sebaliknya di dalam katolik memiliki nilai budaya dengan dilakukan ritus ritus adat.

Menurutnya agama dan budaya sangat inkulturatif sebab di dalam rekomendasi sinode III (tiga) keuskupan Ruteng menyebutkan bahwa ritus ritus adat orang Manggarai tidak bertentangan dengan ajaran katolik.

“Menurut kami,agama dan budaya sangat inkulturatif karena di dalam rekomendasi sinode tiga (3) keuskupan Ruteng,ritus ritus adat orang Manggarai tidak bertentangan dengan ajaran katolik,” ucapnya.

Agama dan budaya tambahnya adalah sejalan untuk memaknai pesan pesan leluhur dan gereja demi pertumbuhan iman dan karakter religius umat paroki St.Thomas Morus Robek yang berada di wilayah kecamatan Reok Barat kabupaten Manggarai NTT tersebut.

Romo Lazarus mengaku senang dengan telah dibangunnya gedung serbaguna tersebut. Sebagai Pastor paroki Robek, dirinya menyampaikan terima kasih kepada Pater Kamelus Kamus,CICM dan Mr.Julian sebagai donatur dan juga kepada para donatur lokal serta seluruh umat paroki Robek.

Dengan adanya serbaguna tersebut,Romo Lazarus berharap agar anak anak muda paroki Robek dapat memanfaatkannya untuk menunjukan potensi diri dengan berbagai kegiatan yang positif, inovatif dan kreatif.

Romo Lazarus memastikan gedung serbaguna tersebut tidak hanya digunakan untuk acara atau kegiatan kerohanian saja tetapi bersifat terbuka untuk kegiatan apa saja bahkan terbuka bagi umat agama lain seperti umat Muslim yang ada di paroki Robek untuk memanfaatkannya.

Hal ini kata Romo Lazarus sebagai upaya nyata gereja dan umat katolik paroki Robek dalam memaknai dan menghargai perbedaan keyakinan serta saling membantu sebagai sesama umat manusia dan sesama anak bangsa sehingga keharmonisan selalu terjaga.

Upaya menjaga keharmonisan antar umat beragama di paroki Robek ungkapnya telah dinyatakan dalam berbagai kegiatan dan hari hari besar keagamaan mengingat wilayah paroki Robek bukan hanya umat katolik saja  tetapi juga umat agama lain namun berada dalam satu bingkai persaudaraan.

Di samping keragaman itu,paroki Robek kata Romo Lazarus berada di wilayah yang unik dan indah oleh karena itu Ia berencana untuk menjadikan paroki Robek sebagai tempat wisata rohani.

Untuk mencapai itu Dirinya akan membangun sejumlah fasilitas penunjang lain seperti Gua Maria dan Kapela Adorasi.konsep tempat pariwisata rohani ini nantinya akan dipadukan denga budaya sehingga selain fasilitas gereja juga akan dibangun Lumpung sebagai simbol budaya.

Sementara itu,Seksi Budaya dan Pariwisata paroki Robek,Rikardus Ganggung mengaku bangga bisa menggelar berbagai ritual adat dalam peresmian serbaguna paroki Robek tersebut.Hal ini menurutnya adalah sebuah kerja sama antara gereja dan masyarakat adat yang harus diaprssiasi.

Sejalan dengan Romo Lazarus, Rikardus menyebut bahwa paroki Robek secara keseluruhan berada di wilayah yang unik dan indah sehingga memiliki potensi sebagai kawasan pariwisata.

“Kami melihat paroki Robek secara keseluruhan memiliki sumber daya alam (SDA) yang indah dan unik,berpotensi sebagai kawasan pariwisata,” tutur Rikardus.

Letaknya yang berada tidak jauh dari hamparan tepi laut menjadikan paroki robek disebut memiliki potensi pariwisata,ditambah kentalnya warisan budaya yang hingga kini tetap terjaga dan dijalankan oleh masyarakat atau umat paroki Robek dalam setiap upacara adat.

Berangkat dari fakta ini,Rikardus menyatakan mendukung konsep Romo Lazarus yang berencana menjadikan Robek sebagai pusat paroki Robek itu sendiri sebagai tempat wisata rohani.

Di sisi lain Rikardus berharap agar potensi pariwisata di wilayah paroki Robek harus ditata agar lebih menarik wisatawan.oleh karena itu Ia meminta agar ada kolaborasi antara gereja, pemerintah dan masyarakat.