AktualTimes.com, Olahraga – Merespon potensi besar Cabang Olahraga (Cabor) Binaraga di NTB berkaca dari raihan prestasi gemilang Andi Satriawan yang sukses sabet juara II Dunia pada ajang kompetisi internasional WFF di Kute Mandalika Loteng beberapa waktu lalu. Langsung mendapat atensi dengan sigap oleh Pemerintah Provinsi NTB.
Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB. Pemprov menyatakan siap merangkul bibit-bibit unggul atlet binaraga untuk bertanding disetiap laga resmi dibawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB.
Hal demikian diungkapkan Kadis Dispora NTB Tri Budiprayitno ketika menyambut hangat kedatangan Andi Satriawan didampingi manajer Lalu Saeful Bahri Kamis (24/11/22) di ruang kerjanya.
Tri merasa begitu kagum dengan capaian Andi, apalagi dilakukan dengan jerih payah sendiri, mandiri, dan swadaya demi nama mengangkat nama baik daerah.
” Kami sangat mengapresiasi, beri penghargaan setinggi-tingginya,” kata Tri.
Diakuinya, untuk bisa mengapresiasi jangka pendek secara spontanitas belum ada regulasi yang mengaturnya.
Sebab, beber Kadis yang baru menjabat itu, persoalan seperti keikutsertaan Andi pada kontestasi tersebut tidak termasuk dalam rel kejuaraan yang diselenggarakan KONI.
Sehingga, dimomentum itu, Ia menyampaikan kejelasan situasi kondisi khususnya perihal kebinaragaan dilingkup Dispora.
Benar saja, setelah dikroscek, ternyata belum ada wadah atau payung organisasi resmi yang dapat merangkul para atlet.
Dimana, status Kepengurusan Provinsi (PengProv) Cabor binaraga belum terbentuk permanen 100 persen. Masih dalam proses penjaringan kepengurusan cabang di masing-masing Kabupaten Kota.
“Untuk legalitasnya, harus penuhi syarat sesuai ketentuan KONI, miliki setidaknya turunan 6 PengKab,” jelasnya.
Tri menambahkan, Setelah kepengurusan dari tingkat hulu (Pengprov) ke tingkat hilir (Pengkab) komposisinya lengkap kemudian melewati tahap pelantikan.
Barulah Cabor binaraga ini dapat diakui dan masuk dalam item yang dilombakan KONI di Porprov dan tingkatan lainnya. Itulah esensi terpenting yang dibutuhkan, untuk memperoleh manfaat dan kontribusi secara berkelanjutan.
” Saat ini saya belum bisa bicara banyak, tapi kalau Cabor ini sudah defenitif, otomatis semua kebijakan baik itu perkara hak dan kewajiban atlet wajib tertunaikan,” jelasnya.
Tri berjanji akan menggesakan solusi kongkrit bersama pihak terkait, agar wadahnya segera terbentuk, bila perlu tuntas tahun ini, untuk mengejar target tampil di Pra-PON 2023 mendatang.
Di tempat terpisah, DR. Mastur Riadi yang mengklarifikasi sebagai Ketua Umum Sementara Binaraga NTB, melalui sambungan telfon, membenarkan, kepengurusan menyeluruh belum rampung.
“Baru ada 3 PengKab yakni Kota Mataram, Lombok Timur, dan Dompu. Sisanya, sesuai intruksi Kadispora, diupayakan selesai Desember bulan depan.
Kami sudah lama merintis pembentukan pengurus, butuh proses dan biaya besar, tapi sekarang kami bisa sedikit lega, kalau sudah kerja keroyokan begini, insyaAllah bisa tereallisasi,” paparnya.
Mendengar jawaban diatas, Andi dan kawan-kawan merasa sangat lega, karena perjuangan selama ini sudah berakhir bahagia. Kini, dia mendapat jaminan masa depan dari hobi yang ia geluti.
“Akhirnya berakhir kita ngambang dan terkatung-katung, wadah telah menanti dihadapan, dan jalur prestasi terarah, ” syukurnya.
Diharapkan, apa yang jadi cita-cita bersama terwujud, Andi mendukung dan siap berperan aktif terlibat langsung dalam gerbong perjuangan. Ia bertekad akan persembahkan yang terbaik untuk diri, keluarga, dan Daerah NTB tercinta serta pertahankan konsistensi gelar juara.***






