banner ucapan hut ri ke 81 kabupaten oku selatan
Lampung SelatanPemerintahan

Terkait Pembangunan Tugu Lambang Lampung Selatan Jadi Perhatian Ketua DPD JPKP Lampung Selatan.

94
×

Terkait Pembangunan Tugu Lambang Lampung Selatan Jadi Perhatian Ketua DPD JPKP Lampung Selatan.

Sebarkan artikel ini

AktualTimes.com, Pemerintahan.Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Peresiden (JPKP) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) ILHAM MUDIN, S.Kom. Dalam menyikapi pemberitaan dibeberapa media sosial yang sudah viral terkait pembangunan Tugu Lambang (Logo) Khagom Mufakat dalam segi dari Warna Lambang Laut yang tidak ada, Lambang Gunung yang terbalik arah, Lambang Badik (Pisau) yang Gagang terbalik arah, dan Lambang Padi terbalik arah, Lambang Kapas terbalik arah. Kesimpulannya agar tidak terbalik arah semua, maka gambar-gambar Lambang tersebut dibuat dua (2) kali atau memakai bahan Acrylic. Bundaran Pancasila dan pembangunan Lambang Lampung Selatan Khagom Mufakat tersebut terletak diareal Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Pemkab-Lamsel), Jalan.Zainal Abidin Pagar Alam Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan yang termasuk Jantung Kota Kalianda Lampung Selatan, jumat.16/06/2023

Sehingga, Ketua DPD JPKP Lampung Selatan mengatakan bahwa, “dan kalau saya melihat Lambang Lampung Selatan yang sudah di bangun itu, apalagi saya lihat di siram-siram pakai air. Berarti, masa iya Lambang Lampung Selatan yang kita cintai ini, apakah ingin di tenggelamkan maksudnya begitu,” ungkapnya.

Lanjut, “akan tetapi kalau tidak terkena air pancuran yang sudah di bangun itu, ya tidak apa-apa juga, dan jujur saja kalau saya lihat dengan teliti dalam hal Lambang Khagom Mufakat ini, dari segi semua logo nya itu itu kebanyak tetbalik. Terutama gagang nya badik itu terbalik, dan saya pikir atau menduga ini tidak ada unsur ke sengajaan, hanya saja unsur kelalaian ya, dan saya pun tidak bermaksud memvonis atau menyalahkan, tidak ya. Karena saya menyimak dari pemberitaan-pemberitaan itu, maka itu termasuk kelalaian dari pihak PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan PPTK (Pejabat Pembuat Teknik Kerja),” terang ILham Mudin, S.Kom.

Sambunya, “dan intinya dalam hal ini, saya posisi di tengah-tengah, artinya saya tidak membela yang terhujat dan tidak membela yang menghujat, kalau saya lihat dari segi logo-logo tersebut,” imbuhnya saat di temui media AktualTimes.com di kediamannya.

Dihari yang sama, media ini berupaya untuk berkoordinasi serta mengkonfirmasi terhadap Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Lampung Selatan Drs.M.Darmawan, M.M terkait tentang logo Kabupaten Lampung Selatan di Bundaran Pancasila Kalianda yang dianggap tidak sesuai dengan Perda Lampung Selatan Nomor 23 Tahun 2011 itu. Sehingga, Kadis tersebut menyampaikan penjelasan dengan nada tergesa-gesa yang ingin menghadiri rapat dengan Setdakab.

“Ya nanti kita akan selesaikan kok itu, nanti kita akan cari yang enngak luntur cat nya, pokonya tahan lama lah begitu, ya intinya terimakasihlah masukan dari kawan kawan, dan elemen masyarakat, cuma ya itu juga perlu di ketahui bahwa pengerjaan itu belum selesai. Dan sedang dipesan juga untuk gambar laut nya gitu ya,” katanya.

Lebih lanjut Kadis Parbud katakan, “dan harapan kita itukan yang mana orang dari luar kota kalianda ini, melihat icon bagus ada air mancur begitu, dan ini juga sebagai sudut tem0at orang-irang selfi ramai gitu kan, dan pentas seni untuk menghidupkan kota kalianda.”

“Biar apa, biar enggak kelihatan serem. Sehingga masuk kota kalianda kelihatan jadi indah, jadi orang seneng di depan itu,” ujar Kadis Parbud.

Ditanya media ini terkait belum selesai pembangunan tetapi sudah mengadakan Konser-konser pentas seni apakah tidak mengganggu kefokusan pembangunan. Dan di tanya apakah Pemda setempat memahami ini dari pada Peraturan Daerah (Perda), namun jawaban sang kadis tersebut tergesa-gesa dan ragu-ragu alias mudah-mudahan mengerti.

“Ya itu, ga papa konser dan ga masalah. Karena lain tempat itu ngambilnya, dan gambar itu ya bukan di perbaiki tapi sedang disempurnakan,” tuturnya.

Sehingga kata dia, “pokoknya di tunggu aja nanti, dan pasti akan lebih bagus. Dan alhamdulilah mudah-mudahan pemerintah mengertilah dalm perda itu, dan ini berkat kontrol masyarakat juga kita sama-sama untuk membangun lampung selatan ini sendiri-sendiri, harus semua terlibat. Apa lagi dari kawan-kawan dari GMBI tadi mengingatkan kita betul itu, dan mudah-mudahn nanti hasilnya baik ya,” tutupnya sabil tertawa masuk kedalam mobil dinasnya terakhir berkata trimaksih. (ALI)