Kota GunungsitoliNiasTopik Terkini

Sosialisasi Bangga Kencana di Gunungsitoli Bersama Sihar Sitorus: Gizi Dijaga Sejak Calon Pengantin

24
×

Sosialisasi Bangga Kencana di Gunungsitoli Bersama Sihar Sitorus: Gizi Dijaga Sejak Calon Pengantin

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi Bangga Kencana di Gunungsitoli Bersama Sihar Sitorus: Gizi Dijaga Sejak Calon Pengantin

Gunungsitoli – Bicara soal keluarga sehat, persiapannya ternyata dimulai jauh sebelum seorang anak lahir. Pesan itulah yang mengemuka dalam sosialisasi Program Bangga Kencana di Gunungsitoli, Jumat (2/10/2026).

Warga Kota Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara, mendapat penguatan informasi tentang perencanaan dan pembangunan keluarga lewat kegiatan yang digelar bersama Mitra Kerja Komisi IX DPR RI, Sihar Sitorus.

Berlangsung di Gereja GKSI Jemaat Siloam

Acara dipusatkan di Gereja GKSI Jemaat Siloam, Kota Gunungsitoli. Sekitar 100 peserta datang mengikuti sosialisasi, terdiri dari masyarakat umum serta para PKB/PLKB Kota Gunungsitoli, yakni petugas yang berhubungan langsung dengan warga dalam urusan keluarga berencana.

Panitia menghadirkan sejumlah narasumber. Kabid KB K3 Dinas P5A, Oktavia Harefa, dan Ketua Tim Pengelolaan Kependudukan, Syamsu Rizal Lubis, berbagi materi di hadapan peserta.

Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sumatera Utara, Dr. Mahyuzar, M.Si., turut menyampaikan keynote speech.

Keluarga Sehat dan Bebas Stunting

Dalam pemaparannya, Mahyuzar menekankan pentingnya memperkuat Program Bangga Kencana serta berbagai program prioritas Kemendukbangga/BKKBN. “Tujuannya jelas, mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan terhindar dari stunting,” ungkapnya.

Pesan ini dekat dengan keseharian banyak keluarga. Stunting bukan sekadar urusan angka di laporan pemerintah, melainkan menyangkut masa depan anak-anak di tiap rumah.

Itu sebabnya sosialisasi di tingkat masyarakat dipandang penting, agar informasi tidak berhenti di ruang rapat.

Sihar Sitorus Mengikuti lewat Zoom

Anggota Komisi IX DPR RI, Sihar Sitorus, tidak hadir langsung di lokasi. Ia mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting, dan dari sana memberikan penguatan terhadap pelaksanaan Program Bangga Kencana.

Sorotan utamanya adalah pemenuhan gizi. Menurut Sihar, perhatian itu perlu dimulai sejak masa calon pengantin, lalu berlanjut hingga fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Ia menilai kesehatan dan gizi harus dijaga sedini mungkin untuk mendukung lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas.

Ruang Belajar bagi Warga

Selain menghadirkan pejabat dan wakil rakyat, sosialisasi ini berfungsi sebagai ruang edukasi. Masyarakat diajak memahami manfaat Program Bangga Kencana dari beberapa sisi:

  • perencanaan jumlah dan jarak kelahiran,
  • peningkatan kesehatan ibu dan anak,
  • penguatan ketahanan keluarga.

Ketiganya saling terkait. Jarak kelahiran yang terencana, misalnya, berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak, sementara keluarga yang sehat cenderung lebih kuat menghadapi tantangan sehari-hari.

Harapan setelah Sosialisasi

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan makin paham pentingnya merencanakan kehidupan keluarga secara matang.

Penguatan program di tingkat masyarakat juga diharapkan membantu upaya pemerintah mewujudkan pembangunan kependudukan yang berkualitas dan berkelanjutan. (Lijait)