Ledakan tungku sekitar pukul 05.30 WITA tersebut, mengakibatkan 59 orang karyawan yang sedang bekerja di lokasi saat itu menjadi korban.
Para pekerja yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian pun, segera diimbau oleh pihak perusahaan agar tidak ke sumber ledakan.
“Keras sekali ledakannya, kami dengar cuman tidak berani mendekat karena sudah ada larangan perusahaan,” ungkap salah satu seorang pekerja PT ITSS yang tidak mau disebutkan namanya.
Sebelumnya, Juru Bicara PT IMIP Dedy Kurniawan sempat meralat keterangan yang menyebut beberapa tabung oksigen yang ada di sekitar area kebakaran ikut meledak.
Dalam keterangannya, Dedy mengatakan tungku smelter yang terbakar diidentifikasi dengan “No. 41”, awalnya masih ditutup untuk operasi pemeliharaan.






