“Saat tungku tersebut sedang tidak beroperasi dan dalam proses perbaikan, terdapat sisa slag atau terak dalam tungku yang keluar, lalu bersentuhan dengan barang-barang yang mudah terbakar di lokasi,” katanya.
Dinding tungku lalu runtuh dan sisa terak besi mengalir keluar sehingga menyebabkan kebakaran. Akibatnya, kata dia, pekerja yang berada di lokasi mengalami luka-luka hingga korban jiwa.
“Hasil identifikasi penyebab kecelakaan ini sekaligus menegaskan bahwa tidak ada tabung oksigen yang meledak seperti diinformasikan sebelumnya,” kata Dedy.
Kebakaran tungku dipadamkan pukul 09.10 WITA. Pekerja yang menjadi korban kecelakaan dibawa ke klinik 1 dan 2 PT IMIP.
Aktivitas karyawan kembali berangsur normal pascakecelakaan kerja Minggu (24/12) di pabrik ferrosilikon PT ITSS yang berada di kawasan IMIP.






