banner ucapan hut ri ke 81 kabupaten oku selatan
Breaking NewsDaerahOgan Komering IlirSumatera SelatanTopik Terkini

BPS Sumsel Jadikan OKI Lokus Perhitungan Inflasi di Sumsel

14
×

BPS Sumsel Jadikan OKI Lokus Perhitungan Inflasi di Sumsel

Sebarkan artikel ini
IMG_3530-scaled-e1705927658509.jpg

Kayuagung.Aktualtimes.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan (Sumsel) menjadikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan lokus Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk perhitungan inflasi 15 Kabupaten di Sumatera Selatan bersama Kabupaten Muara Enim.

Kepala BPS Sumsel Moh. Wahyu Yulianto menjelaskan bahwa dua kabupaten ini merupakan perwakilan dari wilayah rural di Sumsel. “Jadi nanti, lebih representatif lagi, karena ada perwakilan wilayah perkotaan dan juga pedesaan,” jelasnya, saat beraudiensi dengan Pj. Bupati OKI di Kayuagung, Kamis, (18/1/23).

Lebih lanjut Wahyu mengatakan perhitungan angka inflasi Sumsel hanya diwakili oleh dua Kota IHK, yakni Kota Palembang dan Kota Lubuklinggau. Mengenai pemilihan Kabupaten OKI sebagai lokus penghitungan IHK menurutnya karena mewakili wilayah timur Sumsel dan dilintasi oleh tol Trans Sumatera.

Wahyu menambahkan OKI  mewakili wilayah timur yang berbatasan langsung dengan Provinsi Lampung serta dilintasi oleh tol trans Sumatera,” ungkapnya.

Wahyu menjelaskan terdapat 229 komoditas di OKI yang disurvei diantaranya pengeluaran rumah tangga, seperti makanan dan non-makanan. Selain itu, ada juga obat, pakaian, dan transportasi.

“Di OKI, lanjutnya, komoditas beras, bensin, sigaret kretek mesin (SKM), tarif listrik, dan sepeda motor memiliki bobot paling tinggi. Selain itu, ada juga bahan bakar rumah tangga, emas perhiasan, ikan patin, dan daging ayam ras.” Terang dia.

Penjabat Bupati OKI, Asmar Wijaya berharap semua stakeholder berkolaborasi bersama menangani inflasi ini, apalagi OKI ditetapkan sebagai lokasi penghitungan IHK. “Tahun ini Kabupaten OKI masuk perhitungan survei IHK. Oleh karena itu, PR kita bersama untuk menjaga inflasi, jangan terlalu tinggi atau terlalu rendah,” terang dia.

Upaya-upaya pemantauan harga dan  operasi pasar, turun langsung ke lapangan dan berkolaborasi bersama stakeholder untuk mengantisipasi naiknya komoditi – komoditi kebutuhan masyarakat.
Inflasi Kata Asmar kuncinya adalah 4K.

“Menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif,” tutup dia. (ipan/Diskominfo.oki)