OGAN ILIR, Aktualtimes.com – Proyek peningkatan jalan Kertabayang – Sukananti dengan pagu 1 miliar rupiah dari Dinas PUPR Kabupaten Ogan Ilir yang dikerjakan oleh CV. CAHAYA MUSI PRADANA yang sempat dikeluhkan warga, Pasalnya dari pekerjaan yang belum rampung, terdapat keretakan di berbagai titik kini mendapat sorotan dari DPW LSM BARAK-NKRI Sumsel.

Betapa tidak, dari pantauan tim awak media dilokasi, proyek yang menghabiskan dana miliaran rupiah tersebut diduga tidak berkualitas, karena baru selesai dikerjakan masih terdapat banyak keretakan di berbagai titik.
Dedy Ardiansyah Ketua DPW LSM BARAK-NKRI Sumsel mengatakan, dengan adanya temuan dilapangan ini, kami menduga proyek jalan cor beton tersebut tidak sesuai Spek atau bestek dan terindikasi juga lemahnya pengawasan yang dilakukan oknum konsultan pengawas,” ucap Dedy, Selasa (10/10/2023).

Ditambahkan Dedy, bukti ini menunjukkan proyek yang telah dilaksanakan oleh oknum kontraktor diduga tidak profesional dan diduga hanya semata mencari keuntungan besar,” terang Ketua DPW LSM BARAK-NKRI Sumsel.

“Kami juga mempertanyakan profesional kerja kontraktor pelaksana, dan meminta untuk dilakukan uji laboratorium dengan cara Coring beton/Core drill terhadap titik-titik lokasi yang mengalami kerusakan, untuk mengetahui mutu beton yang digunakan apakah sudah sesuai atau tidak,. Dan kepada Inspektorat Kabupaten Ogan Ilir kami juga meminta untuk turun langsung mengkroscek proyek tersebut,” tegas Dedy.
Terpisah, Mario selaku PPK Proyek tersebut saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsAppnya sampai berita ini diterbitkan belum respon dan tidak dibalas. (Tim)
Diberitakan sebelumnya.!!
*Proyek Jalan Miliaran Rupiah Dikeluhkan Warga, Pasalnya Belum Selesai Dikerjakan Tapi Sudah Mengalami Retak-Retak*
OGAN ILIR, Aktualtimes.com – Sungguh miris, proyek peningkatan jalan Kertabayang – Sukananti dengan pagu 1 miliar rupiah dari Dinas PUPR Kabupaten Ogan Ilir yang dikerjakan oleh CV. CAHAYA MUSI PRADANA dikeluhkan warga. Pasalnya dari pekerjaan yang belum rampung, terdapat keretakan di berbagai titik.
Keretakan terlihat dibeberapa segmen dari mulai retakan panjang maupun halus. Hal tersebut tentunya menjadi pertanyaan dikalangan masyarakat, kualitas seperti apa yang digunakan sehingga belum jadi saja sudah banyak keretakan.
“Iyo banyak nian yang retak-retak pak, padahal jalan ini masih belum selesai digaweke (belum selesai dikerjakan),” ucap MS warga sekitar yang berkebun tidak jauh dari pembangunan jalan tersebut ketika di wawancarai awak media, Kamis (14/09/2023).
Dan ketika ditanya apakah kualitas jalan tersebut akan bertahan lama, MS menyebutkan, kalau menurut saya tidak akan bertahan lama karena belum dilalui mobil saja sudah retak-retak.
“Dan saya selaku masyarakat jelas kecewa, belum dipakai tapi sudah retak-retak, apalagi nanti kalau dilalui mobil besar,” ujar MS.
Terpisah, Mario dari Dinas PUPR Kabupaten Ogan Ilir selaku PPK proyek jalan tersebut saat dikonfirmasi awak media melalui aplikasi WhatsApp mengucapkan terimaksih atas infonya.
“Terimakasih infonyo. Akan segera di perbaiki lg proses pengerjaan juga jadi kito perbaiki, sekali lagi makasih infonya,” ujar Mario.
Dan ketika ditanya awak media apa penyebabnya jalan yang belum selesai dikerjakan tapi sudah banyak retak-retak, ia pun menjawab Cuaca dan kurang disiram.
“Cuaca dan kurang disiram,” terang Mario. (Tim)







