banner ucapan hut ri ke 81 kabupaten oku selatan
LabuhanbatuPemerintahanTopik Terkini

Dr.Syafaruddin Siagian SHi.MH C.F.L.S .Pemateri di SMA N. I Ransel, Menanamkan Nilai Spiritual dan Kesadaran Diri Kepada Siswa SMAN

25
×

Dr.Syafaruddin Siagian SHi.MH C.F.L.S .Pemateri di SMA N. I Ransel, Menanamkan Nilai Spiritual dan Kesadaran Diri Kepada Siswa SMAN

Sebarkan artikel ini

AktualTimes.com, Labuhanbatu – Dr. Syafaruddin, S.H.I.MH menjadi pemateri di SMA NI Rantau Selatan (Samansa), yang beralamat di Jalan K.H.Dewantara Kelurahan Bakaran Batu Kelurahan Kecamatan Rantau Selatan,yang mana kegiatan ini mengambil Tema Menanamkan Nilai Spritual dan Kesadaran Diri pada Anak Anak SLTA .Rabu 11/02/2025.

Dr. Syafaruddin merupakan Salah seorang Penyuluh Agama Islam pada Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu, Kegiatan Penyuluhan ini bertajuk Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) dan merupakan program khusus Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu di bawah kepemimpinan Kepala Kantor Kementerian Agama, Dr. Asbin Pasaribu, M.Ag,

Kepala Sekolah SMAN N I Rantau Selatan Bapak Suripto menyambut baik kegiatan yang di laksanakan oleh Kementerian Agama Labuhan batu yang di wakili oleh Bapak Kasi Bimas Islam Bapak Dr.(c) Darmansyah Siagian, M.AP, dan Dr Syafaruddin Siagian.

Suripto menyatakan berterima kasih atas kehadiran Kementrian Agama Labuhan Batu yang di wakili oleh Kasi Bimas Islam.Selanjutnya Darmansyah mengatakan bahwa Program ini merupakan bagian dari upaya strategis Kementerian Agama dalam membina generasi muda agar memiliki karakter kuat dan berakhlakul karimah di tengah perkembangan zaman.

“Dengan pendekatan yang menyentuh aspek intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik. Seta pentingnya mengenali diri, memahami nilai-nilai pribadi, mengenali kelebihan dan kekurangan diri, membangun harapan masa depan, dan juga memahami tantangan remaja di era modern,” tambahnya.

Selain itu, beliau juga menjelaskan konsep diri remaja dalam perspektif Islam sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter yang kuat dan berintegritas.

“Melakukan introspeksi diri melalui pendekatan sufistik, yaitu membersihkan hati, memperbaiki niat, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT sebagai sumber kekuatan dalam menjalani kehidupan,” lanjutnya.

“Remaja hari ini hidup di era digital yang penuh kemudahan sekaligus tantangan. Oleh karena itu, penting bagi adik-adik untuk mengenali diri, memperkuat iman, dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman hidup. Dengan begitu, kita akan mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri,” ungkapnya di hadapan para siswa.

Di akhir materinya Beliau menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan akhlak, ilmu pengetahuan, dan tanggung jawab moral, serta berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an, Hadis, Undang-Undang, dan Pancasila sebagai landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.