Topik Terkini

JAKOR Sumsel Gelar Aksi Lanjutan, Desak Kejati Tindak Tegas Dugaan KKN Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya

151
×

JAKOR Sumsel Gelar Aksi Lanjutan, Desak Kejati Tindak Tegas Dugaan KKN Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya

Sebarkan artikel ini
JAKOR Sumsel Gelar Aksi Lanjutan, Desak Kejati Tindak Tegas Dugaan KKN Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya

PALEMBANG, Aktualtimes.com – Dewan Pimpinan Jaringan Anti Korupsi Sumatera Selatan (DP-JAKOR Sumsel) menggelar aksi unjuk rasa damai di halaman Gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jalan Gubernur H. Bastari, Palembang, pada Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk mempertanyakan perkembangan penanganan kasus dugaan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang terjadi di Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya, yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp1.186.304.927.

Dipimpin oleh Ketua DP JAKOR Sumsel Fadrianto TH, S.H. dan didampingi Koordinator Lapangan Idil, peserta aksi menyampaikan hasil temuan yang menunjukkan adanya dugaan manipulasi dalam pertanggungjawaban penggunaan dana operasional maupun non-operasional di kantor cabang tersebut. Salah satu bukti yang disorot adalah nota pembelian dari Toko Scarlet Computer yang ternyata alamatnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan, serta ditemukan perbedaan format, stempel, dan isi dokumen tersebut dibandingkan dengan data aslinya.

Berdasarkan keterangan dari penyedia Unit Akuntansi dan Keuangan, terindikasi adanya praktik penulisan ulang nota dengan menaikkan harga barang atau yang dikenal sebagai mark up, yang berlangsung sejak Januari 2024 hingga November 2025. Dari praktik tersebut, diperkirakan terkumpul dana sekitar Rp400 juta selama dua tahun, yang disebut-sebut digunakan untuk keperluan pihak luar sepengetahuan pimpinan kantor cabang. Sementara itu, dokumen nota pembelian asli dikabarkan sudah tidak tersimpan lagi.

Ketua DP JAKOR Sumsel, Fadrianto mengatakan bahwa pihaknya mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan untuk mengusut kasus ini secara tuntas dan transparan.

“Kami datang ke sini bukan tanpa alasan. Kami telah mengumpulkan berbagai bukti dan keterangan yang cukup kuat untuk menunjukkan adanya dugaan penyimpangan yang merugikan keuangan daerah. Oleh karena itu, kami meminta Kejati Sumsel segera menindaklanjuti laporan yang telah kami serahkan, mengungkap seluruh pihak yang terlibat, serta menjatuhkan proses hukum yang tegas dan setimpal,” tegasnya.

Fadrianto juga menegaskan bahwa lembaganya akan terus mengawasi jalannya penanganan kasus ini agar tidak terhenti di tengah jalan. “Kami berharap penegak hukum bekerja secara profesional dan tidak ada pihak yang dilindungi. Jika diperlukan, kami siap menyampaikan bukti tambahan guna membantu proses penyelidikan,” tambahnya.

Sebelumnya, dokumen dan data pendukung terkait kasus ini telah diserahkan kepada pihak Kejati Sumsel melalui layanan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) beberapa hari sebelumnya.

Dalam kesempatan itu, massa diterima oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumsel, Iwan Setiadi, S.H., M.H. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan mempelajari secara mendalam seluruh laporan dan bukti yang disampaikan, kemudian melaporkannya kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Secara keseluruhan, aksi berlangsung dengan tertib, damai, dan terkendali di bawah pengawasan petugas kepolisian yang berjaga di lokasi.