banner ucapan hut ri ke 81 kabupaten oku selatan
MalukuPeristiwaSeram Bagian BaratTopik Terkini

Karnaval Budaya HUT Ke-68 Desa Waimital, Budiono: Masyarakat Ramah Cerminan Desa di SBB

30
×

Karnaval Budaya HUT Ke-68 Desa Waimital, Budiono: Masyarakat Ramah Cerminan Desa di SBB

Sebarkan artikel ini

AktualTimes.com, Peristiwa – Karnaval budaya yang diselenggarakan pemerintah desa untuk mengisi Hari Ulang Tahun ke-68 desa Waimital terasa sangat meriah, hal itu juga dirasakan oleh masyarakat desa setempat yang hadir menyaksikan karnaval budaya tersebut.

Kemeriahan itu pun dirasakan tokoh muda desa Waimital, kecamatan Kairatu, kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Eko Budiono.

‘’Saya cukup terharu, di desa ada acara semeriah ini.’’ kata Budiono dengan nada penuh bahagia.

Acara karnaval budaya semeriah ini, seharusnya diapresiasi oleh pemerintah daerah. ‘’ Terutama bagi dinas – dinas terkait seperti dinas Pariwisata dan Kebudayaan.’’ Sambung Eko.

Kegiatan seperti ini, kata Budiono, erat kaitannya dengan program – program pemerintah daerah dalam hal pemberdayaan, seharusnya ini menjadi perhatian serisu dinas terkait untuk melestarikan, merawat, serta menjaga budaya yang ada, jadi semua harus dilibatkan.

Bukan hanya saja di Gemba, paling tidak kegiatan karnaval budaya hari ini bisa di contohi desa – desa lain yang di SBB. ‘’ Dan kita bisa maju bersama – sama,’’harapnya.

Umur desa Gemba sudah memasuki 68 tahun, terbilang usia yang sudah tidak muda lagi. Sebab itu dengan teman “Guyub Rukun Membangun Desa”, dengan harapan hidup rukun dengan kebersamaan dan gotong royong bersama – sama.

Ini jelas sangat terlihat, bagaimana partisipasi masyarakat tanpa paksaan, dan tekanan, datang berbondong-bondong dengan memakai baju adat dan budaya masing-masing.

‘’ Yah ini cerminan bahwa seperti inilah kita di desa kabupaten SBB, menghargai dan ramah kepada siapan saja.’’ Ujarnya.

Awal Mula Terbentuknya Desa Waimital

Desa Waimital adalah desa yang bertempat di kecamatan Kairatu, kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku merupakan desa yang terdiri dari 4 RW yaitu, RW 1 Tirtomulyo, RW 2 Sidodadi, RW 3 Waimital, dan RW 4 Srimulyo.

Awal mula terbentuknya desa Waimital berdasarkan program transmigrasi yang menjadi kebijakan pemerintah pada tahun 1954.

Rombongan transmigrasi gelombang pertama tiba pada tanggal 1 Oktober 1954 sebanyak 230 KK yang berasal dari kabupaten Banyuwangi, Magelang, dan Semarang.

Transmigrasi gelombang kedua tiba pada tanggal 15 Juli 1955 sebanyak 150 KK,yang berasal dari kabupaten Kediri, Madiun, dan Pekalongan.

Selanjutnya, transmigrasi gelombang ketiga pada tahun 1971 terdiri atas dua angkatan yakni, pertama sebanyak 38 KK pada tanggal 22 Januari 1971, dan angkatan kedua sebanyak 12 KK pada tanggal 04 april 1971 yang berasal dari kabupaten Gunung Kidul Jogjakarta.

Dan rombongan transmigrasi terakhir yaitu gelombang ke empat pada tanggal 02 Oktober 1972 terdiri dari 100 KK yang berasal dari kabupaten Madiun, Tulungagung dan Trenggalek. Tanah transmigrasi Desa Waimital adalah pemberian dari 3 desa negeri yaitu desa Hatusua, Kairatu,dan desa Rumberu.

Rombongan pertama tiba di tanah Seram pada tanggal 1 Oktober di sambut secara adat oleh pemerintah negeri hatusua tetua adat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat Waimital telah menjadi saudara di Bumi Saka Mese Nusa.

Desa Waimital pada tahun 1954 hanya terdiri dari 230 KK dan pada saat ini pada tahun 2022 menjadi penduduk heterogen yang dimana semua suku telah bertempat tinggal di desa Waimital dan memiliki 1.606 KK dan 5.404 jiwa.
Kepemimpinan kepala desa Waimital di awali oleh Bapak Palidi dan di lanjutkan oleh bapak Panidi, bapak Seobeno, bapak Tomi Sri handono,S, ST, bapak Marikun S. Sos.

Dan saat ini di pimpin oleh Bapak Agung Sritanoto. Adapun para pejabat kepala desa Waimital yaitu bapak Fardoli, bapak Hatiman, SP, bapak Slamet Riyadi, S, pd, bapak Rudy Marasaoly, S. Sos dan bapak Samsudin, S,Pd.

Desa kami tercinta desa Waimital memiliki keunggulan dalam bidang pertanian padi,sawah dan holtikultural, juga dalam bidang periwisata kuliner, desa Waimital saat ini juga sedang mengembangkan pertanian ikan air tawar. (Radja)