banner ucapan hut ri ke 81 kabupaten oku selatan
AdvertorialAmbonBreaking NewsDaerahMalukuTopik Terkini

Nita Bin Umar Dukung Penuh Festival Seni Qasidah dan Pemilihan Duta Qasidah Provinsi Maluku 2025

31
×

Nita Bin Umar Dukung Penuh Festival Seni Qasidah dan Pemilihan Duta Qasidah Provinsi Maluku 2025

Sebarkan artikel ini

Ambon, AktualTimes.com – Pemerintah Provinsi Maluku bersama Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Provinsi Maluku kembali menggelar Festival Seni Qasidah dan Pemilihan Duta Qasidah Provinsi Maluku Tahun 2025, yang berlangsung di Kota Ambon pada 8–11 Oktober 2025.

Kegiatan ini mendapat dukungan dan apresiasi penuh dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Provinsi Maluku, Nita Bin Umar, SP, yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh perempuan Maluku yang aktif mendorong kemajuan seni dan budaya Islami di daerah ini.

Dalam keterangannya kepada media, pada Rabu (8/10/2025) Nita Bin Umar menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, festival ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menumbuhkembangkan kreativitas generasi muda Maluku di bidang seni Islami yang bernilai dakwah dan moral tinggi.

“Dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya Festival Seni Qasidah dan Pemilihan Duta Qasidah Provinsi Maluku Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk menyalurkan bakat, menumbuhkan semangat ekspresi seni, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan budaya daerah,” ujar Nita Bin Umar.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku itu menuturkan bahwa seni Qasidah memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai dakwah Islam melalui jalur kebudayaan.

Nita yang juga istri Sekda Provinsi Maluku itu menilai, seni Qasidah merupakan bentuk komunikasi religius yang halus, indah, dan mampu menyentuh hati masyarakat lintas generasi.

“Seni Qasidah tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana dakwah yang menyejukkan dan menginspirasi. Melalui lantunan syair dan irama yang indah, pesan-pesan keagamaan dapat tersampaikan dengan penuh makna dan kedamaian,” tuturnya.

Tak hanya itu, legislator perempuan asal Kota Ambon tersebut juga berharap agar kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang berprestasi dan berkarakter.

Nita menegaskan pentingnya menjadikan ajang Festival Seni Qasidah sebagai wadah pembinaan seni Islam yang selaras dengan semangat toleransi dan persaudaraan di Maluku.

“Saya berharap, melalui ajang ini akan lahir para duta seni dan dakwah yang membawa pesan moral dan spiritual yang menyejukkan masyarakat. Festival ini harus menjadi ruang positif bagi anak-anak muda Maluku untuk berkreasi, berkompetisi sehat, dan menampilkan potensi terbaik mereka,” ungkap Nita.

Wanita kelahiran Kota Ambon, 12 April 1973 itu juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan warisan seni Islam di Bumi Raja-Raja.

Selain itu, Nita juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dan memberikan dukungan agar kegiatan ini berjalan sukses dan memberikan manfaat luas bagi pembangunan karakter umat.

“Mari kita jadikan Festival Seni Qasidah ini sebagai wadah ekspresi dan prestasi yang mencerminkan keindahan ajaran Islam dalam harmoni budaya Maluku yang penuh toleransi dan kedamaian. Dengan semangat kebersamaan, mari kita sukseskan kegiatan ini demi kemajuan seni dan budaya Islami di tanah Maluku tercinta,” pungkasnya.

Festival yang mengangkat tema “Festival Seni Islam Sebagai Wadah Ekspresi dan Prestasi” ini diharapkan mampu memperkuat jalinan silaturahmi antar-kabupaten/kota di Maluku, sekaligus menumbuhkan semangat dakwah melalui seni yang santun dan inspiratif.***Redaksi