banner ucapan hut ri ke 81 kabupaten oku selatan
LabuhanbatuPemerintahanPeristiwaSumatera UtaraTopik Terkini

Penyumbang Terbesar Penyebab Stunting Salah Satunya Ketiadaan Sanitasi 

26
×

Penyumbang Terbesar Penyebab Stunting Salah Satunya Ketiadaan Sanitasi 

Sebarkan artikel ini

AktualTimes.com, Pemerintahan – Berdasarkan prevalensi Stunting Riskesda dari tahun 2018-2021, pertumbuhan stunting diprovinsi Sumatera Utara masih terhitung tinggi hingga mencapai 32,3%, dan di Labuhanbatu mencapai 36,37%, sedangkan berdasarkan hasil SSGI pada tahun 2021 prevelensi Stunting di Labuhanbatu mencapai 27%

Pada aksi ke-7 publikasi stunting, tim satgas percepatan penurunan stunting Kabupaten Labuhanbatu dalam hal ini Dinas Kesehatan sebagai penanggungjawab kegiatan terus berusaha menekan dan permasalahan yang menjadi atensi presiden RI tersebut, diantaranya dengan melakukan rapat sistem manajemen data yang termasuk dokumentasi, intervensi dan hasil tingkat Kabupaten Labuhanbatu di Aula Platinum Hotel Rantauprapat Jalan Jendral A.Yani Kelurahan Bakaran Batu Kecamatan Rantau Selatan Selasa 6/12/2022.

IMG-20221206-WA0043_compress23.jpg

Ketua pelaksana TPPS Kabupaten Labuhanbatu Hj.Ellya Rosa Siregar, S.Pd.,MM, dalam pidato tertulisnya yang disampaikan Sekjen Dinas PPKB Faoma Liana Dachi menyebutkan, pemerintah telah menerbitkan Peraturan presiden nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting sebagai penguatan dan penajaman strategi nasional percepatan penurunan stunting guna mencapai target prevalensi stunting 14% pada tahun 2024 sesuai dengan RPJMN 2020-2024.

Menyikapi hal itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Friska E. Simanjuntak membenarkan salah satu persoalan besar di daerah lokus Stunting adalah sanitasi, “Masih banyak masyarakat yang buang air besar sembarangan,” ujarnya.

“Mari kita buat sistem data yang merupakan bagian dari pengelolaan sumber informasi yang mencakup semua kegiatan mulai dari identifikasi kebutuhan data, pengumpulan data hingga pemanfaatan data guna memastikan informasi yang akurat dan mutakhir. Agar apa yang kita butuhkan di lapangan dapat kita ketahui dan kita selesaikan dengan sebaik-baiknya, agar target 14% ditahun 2024 tercapai,” ujar Friska.

IMG-20221206-WA0042_compress51.jpg

Pada sesi yang sama Syah Putra Abdullah,ST, M.Ec. Dev, dalam materinya menyampaikan data adalah salah satu hal yang sangat dibutuhkan, dengan data kita bisa mengetahui mana yang penting dan terpenting.

Hadir mengikuti rapat tersebut, para perwakilan kepala OPD, Kepala Puskesmas, Camat, Lurah, Kepala Desa dan stacholder terkait. (Lilik Jait)