Padang SidempuanPemerintahanSumatera Utara

Peternak Puyuh Padangsidimpuan Berharap Program MBG Jadi Penyelamat Usaha Rakyat.

238
×

Peternak Puyuh Padangsidimpuan Berharap Program MBG Jadi Penyelamat Usaha Rakyat.

Sebarkan artikel ini
Harga Telur Puyuh 2026

AktualTimes.com, Padangsidimpuan – Deretan kandang sederhana di Kelurahan Palopat Pijor Koling LK I, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan tampak tak pernah sepi.

Dari dalam kandang seluas sekitar 800 meter persegi itu, suara ribuan burung puyuh bersahut-sahutan, menjadi penanda aktivitas ekonomi yang telah bertahan puluhan tahun.

Bagi Joko Suprianto (53), kandang tersebut bukan sekadar tempat beternak. Di sanalah ia menggantungkan harapan dan masa depan keluarganya selama lebih dari dua dekade terakhir.

Kandang puyuh milik Joko berkapasitas 12 ribu ekor, namun hanya diisi 4 ribu puyuh petelur, sehingga banyak ruang kandang yang kosong akibat tingginya biaya operasional bila dibanding hasil penjualan telur.

Joko sudah 22 tahun menekuni usaha peternakan puyuh ini. Dari 4 ribu ekor puyuh yang dipeliharanya, sekitar 3.000 butir telur dihasilkan setiap hari.

Telur-telur itu kemudian dipasarkan ke pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ataupun dijual kepada pembeli secara eceran seharga Rp.250 per butir.

Setiap pagi, rutinitas yang sama kembali dijalani. Memeriksa kondisi ternak, memastikan ketersediaan pakan, membersihkan kandang, hingga mengumpulkan telur yang siap dijual.

Pekerjaan itu dilakukan bersama keluarga, menjadikan usaha tersebut sebagai sumber penghidupan utama Joko dan keluarga.

Namun di balik produksi yang terlihat menjanjikan, para peternak puyuh justru menghadapi tantangan yang tidak ringan.

Kenaikan harga pakan menjadi persoalan paling mendesak. Jika sebelumnya satu sak pakan pabrikan dapat diperoleh dengan harga sekitar Rp400 ribu, kini harganya menembus Rp450 ribu.

” Kenaikan itu berdampak langsung pada biaya operasional yang terus membengkak. Sementara harga jual tidak stabil, ” kata Joko, saat dikunjungi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padangsidimpuan, Purnadi, SE, Selasa (9/6/2026)

Dalam sehari, paling sedikit kebutuhan operasional usaha peternakannya mencapai Rp.500 ribu sampai Rp.600 ribu, sehingga tidak sebanding dengan rendahnya harga telur puyuh di pasaran. (*/Andi Hsb)