Breaking NewsJawa BaratKarawangTopik Terkini

Tangis Keluarga Intania Pecah di IGD, Dinkes Karawang Diminta Segera Evaluasi RSUD Rengasdengklok

159
×

Tangis Keluarga Intania Pecah di IGD, Dinkes Karawang Diminta Segera Evaluasi RSUD Rengasdengklok

Sebarkan artikel ini

Karawang,Aktualtimes.com_Tangis dan rasa kecewa keluarga Intania Putri (16), warga Kampung Pangakaran, Desa Tambaksumur, Kecamatan Tirtajaya, kini menjadi sorotan publik setelah dugaan pelayanan tidak humanis di RSUD Rengasdengklok menuai perhatian masyarakat dan awak media.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam, 16 Mei 2026, saat keluarga membawa Intania ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Rengasdengklok dengan didampingi tenaga medis dari Puskesmas Tirtajaya. Namun bukannya langsung mendapatkan penanganan medis, keluarga pasien mengaku justru mendapat nada bicara keras dari oknum tenaga medis rumah sakit.

“Kami hanya ingin anak kami cepat ditolong. Saya orang awam, tidak tahu apa itu SPGDT,” ujar pihak keluarga dengan nada sedih.

Menurut pengakuan keluarga, petugas IGD mempertanyakan mengapa pasien dibawa melalui Puskesmas dan menyebut pasien seharusnya masuk melalui sistem Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Di tengah kondisi panik menghadapi pasien, keluarga mengaku tidak memahami prosedur administrasi tersebut.

“Kalau memang rumah sakit penuh atau ada aturan, seharusnya dijelaskan baik-baik, jangan dengan marah-marah,” ungkap keluarga pasien.

Kekecewaan keluarga semakin mendalam karena RSUD Rengasdengklok merupakan rumah sakit milik pemerintah daerah yang seharusnya menjadi contoh pelayanan kesehatan yang baik, humanis, dan profesional bagi rumah sakit swasta lainnya di wilayah Rengasdengklok.

Akibat merasa tidak mendapatkan pelayanan yang diharapkan, keluarga akhirnya memutuskan membawa Intania keluar dari RSUD Rengasdengklok. Beruntung, pasien kemudian berhasil mendapatkan penanganan medis cepat di Rumah Sakit Hastien Rengasdengklok di wilayah Rengasdengklok Utara.

Kasus ini kini mendapat perhatian serius dari masyarakat. Tim awak media menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan segera menyambangi Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang guna meminta klarifikasi sekaligus mendesak adanya tindakan konkret terhadap dugaan perilaku tidak manusiawi oleh oknum pegawai RSUD Rengasdengklok.

Publik pun kini menunggu langkah dan tindakan dari Dinas Kesehatan Karawang. Sejumlah tindakan yang dinilai perlu segera dilakukan di antaranya:

Memanggil pihak manajemen RSUD Rengasdengklok untuk dimintai klarifikasi.

Melakukan evaluasi pelayanan IGD dan sistem penerimaan pasien darurat.

Memberikan pembinaan terhadap tenaga medis terkait etika komunikasi kepada pasien dan keluarga pasien.

Mengevaluasi penerapan sistem SPGDT agar masyarakat awam tidak kebingungan saat kondisi darurat.

Memastikan pelayanan kesehatan terhadap pasien BPJS dan masyarakat kecil tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.

Masyarakat berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang segera mengeluarkan statemen resmi terkait langkah pembinaan maupun evaluasi terhadap RSUD Rengasdengklok agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Rumah sakit daerah harus jadi suri teladan pelayanan kesehatan, bukan malah membuat keluarga pasien pulang dengan rasa takut dan kecewa,” ujar salah satu warga.

Awak media memastikan akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga adanya kejelasan dan tindakan nyata dari pihak terkait demi menjaga kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Karawang.

Ronal