AktualTimes.com, Otomotif – Vietnam membuktikan diri sebagai pemain serius industri otomotif listrik Asia Tenggara melalui VinFast. Model VF 3 yang baru meluncur di Indonesia dibanderol Rp 152.000.000 untuk varian tanpa baterai dan Rp 192.280.000 dengan baterai harga yang mengguncang dominasi mobil konvensional murah.
Strategi Battery as a Service (BaaS) memungkinkan konsumen membeli unit mobil dengan harga lebih terjangkau, lalu menyewa baterai sebesar Rp 1.200.000 per bulan dengan sistem tukar baterai unlimited. Ini menghilangkan kekhawatiran degradasi baterai dan biaya penggantian yang mahal.
Spesifikasi VF 3 menggunakan baterai 18,6 kWh LFP yang mampu menempuh 215 km dalam sekali pengisian. Meski terlihat pendek, jarak ini lebih dari cukup untuk kebutuhan harian perkotaan di mana rata-rata perjalanan hanya 40-50 km per hari.
Dimensi kompak VF 3 (3.114 mm panjang) membuatnya lincah di jalan sempit Jakarta dan mudah parkir di ruang terbatas. Interior tetap nyaman untuk 4 penumpang dengan fitur dasar seperti AC, audio, dan konektivitas Bluetooth.
Kemampuan DC fast charging menjadi keunggulan VF 3 di kelasnya. Pengisian dari 10% ke 70% hanya membutuhkan 35 menit cukup untuk sekali makan siang atau meeting singkat. Di rumah, pengisian AC membutuhkan 10 jam menggunakan instalasi 2.200W.
Dari sisi biaya, pengguna VF 3 mengeluarkan Rp 250.000-300.000 per bulan untuk listrik dan sewa baterai, dibandingkan Rp 1.500.000-2.000.000 untuk bensin mobil LCGC. Penghematan tahunan mencapai Rp 15-20 juta.
VinFast berkomitmen membangun 100 stasiun tukar baterai di Indonesia tahun ini, fokus di Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung. Jaringan ini akan memperluas jangkauan VF 3 untuk perjalanan antar-kota.
Saat subsidi BBM pemerintah semakin terbebani dan harga minyak global tidak menentu, VF 3 menawarkan independensi energi yang sebelumnya hanya bisa diimpikan oleh kelas menengah Indonesia.***







