Boltim, Sulawesi Utara – Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim), AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, dengan sigap menangani insiden serangan buaya yang menimpa seorang warga di Desa Iyok, Kecamatan Nuangan, pada Selasa, 14 Juli 2026. Kejadian mengerikan ini menyebabkan korban mengalami luka gigitan cukup serius di bagian kakinya.
Insiden serangan buaya sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Pada awal tahun 2026, seorang warga di Desa Kerang ditemukan tewas setelah diterkam buaya saat menjala udang di sungai . Selain itu, di Kabupaten Kubu Raya, operasi pencarian terhadap korban yang diduga diterkam buaya di Sungai Karawang masih terus dilakukan . Fenomena kemunculan buaya di pemukiman warga juga sempat viral di media sosial pada Juli 2026 .
Detik-Detik Serangan Buaya di Aliran Sungai Desa Iyok
Berdasarkan informasi dari lapangan, korban yang merupakan penduduk asli Desa Iyok sedang melakukan aktivitas di sekitar aliran sungai setempat. Tanpa diduga, seekor buaya tiba-tiba mendekat dan menggigit bagian kaki korban dengan cepat. Beruntungnya, korban berhasil menyelamatkan diri dari cengkeraman hewan buas tersebut.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut segera memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Kecepatan respons warga menjadi faktor penting yang menyelamatkan nyawa korban dari bahaya yang lebih fatal.

Tindak Lanjut Kapolres Boltim dan Koordinasi dengan Instansi Terkait
Mendapat laporan mengenai insiden serangan buaya ini, Kapolres Boltim segera mengerahkan tim untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian. Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan perangkat Desa Iyok, untuk menangani situasi darurat ini.
“Kami meminta seluruh warga Desa Iyok dan masyarakat di sekitar aliran sungai wilayah Kecamatan Nuangan untuk tetap waspada dan berhati-hati. Hindari beraktivitas di pinggir sungai sendirian, terutama di lokasi yang rawan munculnya hewan buas,” ujar Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan.
Pihak kepolisian telah mengerahkan personil untuk melakukan pemantauan intensif di lokasi kejadian. Kapolres juga meminta bantuan satuan khusus terkait untuk menindaklanjuti keberadaan buaya tersebut agar tidak kembali membahayakan keselamatan warga. Seluruh masyarakat dihimbau untuk segera melapor ke pihak berwajib apabila menemukan atau melihat keberadaan buaya di sekitar area pemukiman.
Kondisi Korban Stabil, Polisi Terus Pantau Keamanan Wilayah
Hingga saat ini, kondisi korban yang mengalami luka gigitan buaya dilaporkan sudah stabil dan terus mendapatkan perawatan medis yang intensif di fasilitas kesehatan. Pihak kepolisian bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan patroli rutin demi menjaga keamanan warga setempat.
Insiden serangan buaya di Bolaang Mongondow Timur ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di dekat perairan. Pemerintah daerah dan aparat keamanan berkomitmen untuk mengambil langkah preventif guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (**)







