banner ucapan hut ri ke 81 kabupaten oku selatan
Lampung SelatanPemerintahanTopik Terkini

Diduga DD Habis Dalam Pengalihan!, Pembangunan Drainase Di Desa Sukaraja Lamsel Mangkrak

18
×

Diduga DD Habis Dalam Pengalihan!, Pembangunan Drainase Di Desa Sukaraja Lamsel Mangkrak

Sebarkan artikel ini

Aktualtimes.com. Pemerintahan– Berdasarkan pantauan media ini yang berkunjung di Desa Sukaraja Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) yang terkesan diduga Alergi kepada media saat ingin konfirmasi, dan diduga juga ada pengalihan yang berindikasi dalam menyelewengkan Dana Desa (DD) di Program KemenDes RI melalui Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Kecamatan Palas Desa Sukaraja itu yang untuk ketahanan pangan dalam pembangunan proyek desa yaitu Drainase. Karena tidak selesai secara tuntas dan terkesan setengah selesai, setengah tidak. Alias mangkrak karena diduga Anggaran habis entah kemana rimbanya, jumat (21/7/2023).

Bagaimana, proyek tersebut diselenggarakan oleh Kemendes RI dalam Program Dana Desa untuk ketahanan pangan Desa Sukaraja Palas Lampung Selatan itu, sehingga dalam sub kegiatannya adalah;
Jenis Kegiatan : PEMBANGUNAN DRAINASE.
Lokasi                : DUSUN 02 RT.003.
Volume               : 327 Meter x 0,65 Meter.
Total Biaya         : Rp.110,150.000,-.
Pelaksana          : TPK DESA SUKARAJA.
Sumber Dana    : DANA DESA.
Tahun Anggaran: 2023.

Kendatidemikian, proyek tersebut juga diduga tidak sesuai speckulasi quality (mudah retak dan kebanyakan pasir tidak sesuai dengan aturan) serta puing-puing pembangunan tersebut tidak dirapihkan kembali sehingga mengganggu pengguna jalan dan mengganggu kenyamanan berkendara dalam pandangan di mata umum tentunya.

Sementara, Sinarti selaku Kepala Desa Sukaraja Palas Lampung Selatan yang diduga terkesan Alergi terhadap awak media dalam menanggapi hal proyek tersebut saat ingin di Konfirmasi melalui Via Telpon Whatsapp nya, sehingga nomor Whatsapp Media tersebut di Blokir.

“Ya nomor via Whatsapp saya di blokir oleh Kades Sinarti itu, saat saya ingin berupaya berkoordinasi dan mengkonfirmasi dalam hal proyek drainase program dari ketahanan pangan tersebut,” ungkap Asroni.

Lanjut, “terus terang dalam penilaian saya, kades Sinarti itu alergi kepada awak media. Mungkin dia adeknya nanang kalei,” tutur Asroni saat berkunjung di Kantor Desa tersebut.

Di Kantor Kepala Desa Sukaraja Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan untuk mengkonfirmasi dalam hal proyek Desa tersebut, namun tidak bertemu muka dengan Kades tersebut sehingga hanya ada di kantornya yaitu Sekretaris Desa (Sekdes) setempat dan Opratornya, dalam menyikapi hal tersebut Sekdes juga terkesan menyayangkan atas kelakuan Kades nya yang memblokir nomor kontak Whatsapp media yang ingin berkoordinasi serta mengkonfirmasi dalam hal proyek tersebut.

“Ya kalau saya sih enjoy aja ya, sama Kades, cumankan kalau ada apa apa pasti numburnya ke saya itu larinya. Sementara saya juga masih bingung gitu,” ucapnya.

Lanjut dia, “dan kalau dalam hal proyek drainase desa ini saya enggak bisa menjelaskan, karena itu wewenang TPK Desa,” ujar Sekdes setempat.

Bagaimanakah, berdasarkan keterangan tersebut maka media AktualTimes, berupaya kembali menghubungi ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat, melalui Via Telpon Whatsapp nya pada Hari Selasa Tanggal 11 Juli 2023 pukul 10:06 WIB, sehingga di angkat oleh istrinya dan dia mengatakan bahwa suaminya sedang berada di rumah sakit karena lagi sibuk adiknya sedang masuk rumah sakit yang sedang dirawat.

“Ya saya dengan istri nya, dan bapaknya (suaminya) sedang di rumah sakit, karena adeknya sedang dirawat masuk dirumah sakit pak,” katanya.

Kemudian, media AktualTimes  mencoba lagi berupaya untuk mengkonfirmasi kepada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa setempat melalui Via Telepon Whatsappnya, namun aktif berdring akan tetapi tidak di angkat, pada pukul 10:01 WIB.

Hari Kamis Tanggal 20 Juli 2023 pada pukul 11:50 WIB, akhirnya Media ini menemui Jusman selaku anggota TPK Pembangunan Drainase Sukaraja Palas itu untuk mengkonfirmasi langsung, dalam hal tersebut dan ia mengatakan bahwa Anggaran Pembangunan tersebut sudah keluar semua, akan tetapi terkendala pada pengalihan, yaitu menggaji Kader Posyandu dan insentif Rt, seharusnya itu di gajihkan 4 bulan karena di tahap satu 5 bulan dan yang mengamplopinnya beda orang.

“Ya anggaran pembangunan tersebut sudah keluar semua, akan tetapi ada kendala, yaitu dialihkan menggajih kader Posyandu, insentif Rt, dan itu seharusnya sih itu digajih nya empat (4) bulan, karena di tahap satu lima (5) bulan, dan karena yang mengamplopinnya sudah beda lagi orangnya. Dan memang betul itu sumbernya dari dana Desa, tapikan uang nya itu di pegang semua sama ibu kades serta kaur keuangan,” katanya.

Lanjut anggota TPK itu lagi, “kemudian ternyata juga kemaren rupanya dirubah Proposalnya, oleh Sekdes, Kaur Keuangan, serta Kades setempat. Jadi akhirnya empat bulan per tahap, ya yang bukan mengurusi yang begituan itu ya enggak tahu, kalau memang harus begitu emapat bulan, ya biasalah kalau pelaksanaan yang dibawah itu kadang kadang ya bagaimana baiknya aja gitu. Dan kalaupun media menanyakan masalah spek kualitas pembangunan tersebut, itu kita memakai pasir berwarna kuning, bukan warna putih. Maka kelihatannya mudah terkelupas alias kurang semen,” tutur anggota TPK Drainase Sukaraja Palas.

Sampai berita ini Terbit belum ada Konfirmasi yang pasti dan jelas terhadap Kades Sukaraja Palas Lamsel, menurut informasi bawahan kades di Kantor Desa setempat. Bahwa, Kades (Sinarti) sedang sibuk menghadiri acara rewangan. (ALI)