Menu

Mode Gelap
Proyek Anggaran Belasan Milyar Tidak Setakjub Besarnya Dana, Kerikil Malah Berserakan Di Jalan Anugerah Pangkat Istimewa Prabowo, Berikut Kata Presiden! Lempuing Jaya Juara Umum MTQ XXX Tingkat  Kabupaten OKI Warga Binaan Lapas Kelas llB Padangsidimpuan Antusias Ikuti Pembelajaran Iqro dan Membaca Al-Qur’an Drs.Ismet Inoni M.M Mewakili (Pj) Bupati Hadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Suara Tingkat Kabupaten Lampung Barat

Labuhanbatu · 24 Sep 2022 17:50 WIB

Ketua FPII Korwil Langsa Desak Polres Aceh Utara Tindak Anggotanya Yang Salah Tangkap Wartawan


 Ketua FPII Korwil Langsa Desak Polres Aceh Utara Tindak Anggotanya Yang Salah Tangkap Wartawan Perbesar

AktualTimes.com, Organisasi – Roby Sinaga  selaku Ketua FPII Korwil Kota Langsa mendesak Kapolres Aceh Utara agar menindak anggota nya yang salah tangkap wartawan.

“Sebagai penegak hukum seharus nya tidak main tangkap sebelum target tersebut 100 persen benar, karena imbas dari keteledoran petugas kepolisian khususnya dari Satres Narkoba Polres Aceh Utara menyebabkan wartawan Mataaceh.com ini tercemar nama baik nya juga keluarganya dan psikologis ikut terganggu,” ujar Roby Sinaga.

Lanjut putra Batak itu, terlebih wartawan tersebut awalnya di disangkakan dalam kasus dugaan transaksi jual beli narkoba jenis Sabu di kediamannya, ditangkap pada Rabu malam sekira pukul 19.30 WIB di rumahnya di Gampong Blang Crum Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

“Jangan karena ada kesamaan nama dengan antara terduga tsk dan Wartawan lantas tanpa ada penyelidikan yang akurat langsung main Tangkap, bahkan peristiwa penangkapan itu membuat masyarakat setempat heboh dan berhamburan datang ke rumah wartawan yang menjadi Korban,” paparnya.

“Jika kita mengacu pada Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 Tahun 2011para oknum anggota Satresnarkoba Aceh Utara ini perlu di beri sangsi kode Etik, karena didalamPerkap Nomor 14 Tahun 2011, di jelaskan: Bahwa pelaksanaan tugas, kewenangan, dan tanggung jawab anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia harus dijalankan secara profesional, proporsional, dan prosedural yang didukung oleh nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Tribrata dan Catur Prasetya dijabarkan dalam kode etik profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai norma berperilaku yang patut dan tidak patut,” imbuhnya lagi.

Sambungnya, Oknum anggota polisi yang melakukan kesalahan agar diperiksa secara menyeluruh dan Perlu diberi sanksi karena telah menyebabkan orang menjadi tertuduh dan secara psikologis tentu sangat tidak menguntungkan bagi korban, Dan tidak menutup kemungkinan kasus salah tangkap juga pernah terjadi terhadap orang lain.

“Hal-hal seperti ini jangan dianggap sepele. Karena itu Kapolres Aceh Utara perlu memeriksa yang bersangkutan dan jika ditemukan tidak profesional maka perlu diberi sanksi agar menjadi pelajaran,” tutup Roby Sinaga. (Lilik Jait/Labuhanbatu)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Anugerah Pangkat Istimewa Prabowo, Berikut Kata Presiden!

28 Februari 2024 - 21:48 WIB

Anugerah Pangkat Istimewa Prabowo

Lempuing Jaya Juara Umum MTQ XXX Tingkat  Kabupaten OKI

28 Februari 2024 - 21:40 WIB

Pj Bupati OKI  Ir Asmar Wijaya MSi  Lantik 15 Orang CPNS PKN STAN

28 Februari 2024 - 16:13 WIB

Terkait Kasus Viral Sang Kades, BPD Desa Ulakkerbau Baru Kecamatan Tanjung Raja Gelar Rapat Diperluas

28 Februari 2024 - 00:01 WIB

Kuatkan Nilai Pancasila Ke Warga Binaan

27 Februari 2024 - 22:30 WIB

Pleno Tingkat Kabupaten Boltim Dimulai, KPU Sampaikan ini!

27 Februari 2024 - 18:12 WIB

Pleno Tingkat Kabupaten Boltim
Trending di Boltim