Pringsewu, Lampung – Suasana Lapangan Pekon Mataram, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, berubah meriah pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Sebanyak 12 ribu penggemar burung perkutut dari berbagai penjuru memenuhi area lapangan untuk menyaksikan dan mengikuti ajang kompetisi seni suara burung perkutut bergengsi.
Acara yang digelar oleh Pelestari dan Pecinta Perkutut Lokal Seluruh Indonesia (P4LSI) Korwil/Korda Lampung ini berhasil menarik perhatian ribuan masyarakat pecinta kicauan.
Kegiatan tahunan ini tidak hanya menjadi ajang adu gengsi antarpemilik perkutut, tetapi juga berfungsi sebagai wadah silaturahmi sekaligus sarana pengembangan budaya seni suara burung lokal di wilayah Provinsi Lampung.
Kehadiran peserta yang datang dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan Kota Palembang di Sumatera Selatan, membuktikan bahwa komunitas perkutut telah menjelma menjadi fenomena sosial yang mengakar kuat di kalangan masyarakat.
Antusiasme Ribuan Pecinta Perkutut
Ketua Korda P4LSI Lampung, Fauzi, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme luar biasa yang ditunjukkan oleh para pecinta perkutut.
Menurutnya, keberhasilan acara ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa setempat hingga tokoh masyarakat yang turut mendukung terselenggaranya kompetisi.
Tak hanya perlombaan, rangkaian acara juga diisi dengan kegiatan pelepasan satwa liar ke habitat aslinya. Simbolis tersebut menjadi bentuk kepedulian komunitas P4LSI terhadap pelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem alam.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa komunitas pecinta burung tidak hanya fokus pada hobi, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi.
Dalam kesempatan yang sama, P4LSI Lampung juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan kepada perwakilan dari sejumlah kabupaten di wilayah Provinsi Lampung.
Penyerahan SK tersebut menjadi tanda bahwa organisasi pecinta perkutut terus melakukan ekspansi dan memperkuat jaringan komunitas di tingkat lokal.
Beberapa kabupaten di Lampung bahkan telah dijadwalkan untuk menjadi tuan rumah kegiatan P4LSI selanjutnya pada bulan September 2026 mendatang.
Kelas Perlombaan dan Penilaian Juri
Ketua Panitia acara, Rinomo, mengungkapkan bahwa jumlah kehadiran peserta dan pengunjung dalam acara ini diperkirakan mencapai sekitar 12.000 orang.
Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring berlangsungnya kompetisi hingga sore hari.
“Peserta yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 12.000 orang dan masih dapat bertambah. Peserta datang dari berbagai daerah, bahkan ada yang berasal dari OKU dan Palembang,” ujar Rinomo.
Dalam kompetisi yang berlangsung ketat, peserta dibagi ke dalam beberapa kelas perlombaan, mulai dari kategori pemula hingga kelas gacor atau kelas utama.
Setiap ekor burung perkutut dinilai oleh juri berdasarkan kualitas suara kicauan dan irama ketukan yang dihasilkan selama sesi perlombaan yang berlangsung selama kurang lebih 15 menit.
Penilaian yang objektif dan transparan menjadi kunci utama dalam menentukan sang juara di setiap kelasnya.
Rinomo menambahkan bahwa acara ini memiliki makna lebih dari sekadar kompetisi.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpencinta perkutut dari berbagai daerah,” tegasnya.
Dukungan Pemerintah Desa dan Tokoh Publik
Kepala Pekon Mataram, Rahmat Riyadi, menyambut baik terselenggaranya kegiatan komunitas P4LSI di wilayahnya.
Ia berharap agar perlombaan dapat berjalan dengan sukses dan semakin mengembangkan komunitas pecinta perkutut di Kabupaten Pringsewu serta sekitarnya.
“Kami menyambut baik kegiatan ini dan berharap berjalan sukses serta semakin mengembangkan komunitas P4LSI,” kata Rahmat Riyadi.
Turut hadir dalam acara tersebut Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Almira Nabila Fauzi, Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu Anton Subagiyo, serta sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan dari komunitas perkutut.
Kehadiran para elit politik ini menunjukkan bahwa hobi memelihara dan melombakan burung perkutut telah menjadi bagian dari kehidupan sosial yang diakui dan didukung oleh berbagai kalangan.
Potensi Ekonomi dan Pelestarian Lingkungan
Almira Nabila Fauzi menyampaikan apresiasinya terhadap komunitas P4LSI. Menurutnya, keberadaan komunitas pecinta perkutut tidak sekadar soal hobi atau ajang perlombaan semata.
Lebih dari itu, kegiatan ini memiliki potensi besar dalam memberikan manfaat nyata bagi pelestarian lingkungan serta perekonomian masyarakat lokal.
Ia menilai bahwa event yang mampu mendatangkan ribuan peserta dari berbagai daerah berpotensi menggerakkan roda perekonomian sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Pringsewu.
Pelaku usaha lokal, seperti perajin sangkar burung, pembuat kendang perkutut, hingga produsen pakan burung, dapat merasakan dampak positif dari hadirnya ribuan pengunjung dalam satu hari.
“Perlombaan dan kegiatan P4LSI berpotensi mendatangkan peserta dari berbagai daerah sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pelaku UMKM setempat,” tegas Almira Nabila Fauzi.
Harapan untuk Komunitas Perkutut Lampung
Dengan keberhasilan acara di Lapangan Pekon Mataram ini, diharapkan komunitas P4LSI di Provinsi Lampung semakin berkembang dan mampu menarik minat generasi muda untuk turut melestarikan budaya seni suara burung perkutut.
Kehadiran peserta dari luar daerah juga menjadi bukti bahwa Pringsewu memiliki potensi untuk menjadi salah satu destinasi wisata burung berkicau di Sumatera.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh keakraban. Dukungan dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta partisipasi aktif ribuan pecinta perkutut membuat acara ini menjadi salah satu momen terbesar dalam kalender komunitas burung berkicau di wilayah Lampung tahun 2026. (Spr)







