banner ucapan hut ri ke 81 kabupaten oku selatan
SemarangTopik Terkini

Pengemudi Alphard Viral Semarang Minta Maaf, Akui Salah Menerobos Jalan Pandanaran

140
×

Pengemudi Alphard Viral Semarang Minta Maaf, Akui Salah Menerobos Jalan Pandanaran

Sebarkan artikel ini
Alphard viral Semarang

AktualTimes.com, Semarang – Pengemudi mobil Alphard yang menjadi sorotan publik usai menerobos penutupan jalan di perempatan Jalan Pandanaran, Kota Semarang, akhirnya angkat bicara. N.M. Hidayat memberikan klarifikasi resmi pada Rabu, 6 Mei 2026, didampingi tim kuasa hukum dari Josant and Friend’s Law Firm. Tim hukum yang mendampinginya terdiri dari Dr. (Hc). Joko Susanto, S.H., M.H., Muhammad Alfin Aufillah Zen, S.H., dan Dustin Shofi Lundy, S.H.

Insiden yang viral di media sosial terjadi pada Sabtu, 2 Mei 2026, saat pengendara tersebut nekat merusak pembatas “safety line” dan melawan arus. Aksinya itu dilakukan di tengah pemberlakuan rekayasa lalu lintas yang ketat dalam rangka agenda kota. Video peristiwa tersebut menyebar luas dan menuai beragam reaksi dari netizen sebelum akhirnya Hidayat memberikan penjelasan resmi.

Dalam pernyataannya yang dibacakan di hadapan media, Hidayat menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat luas. Ia secara tegas mengakui bahwa tindakannya merupakan kesalahan pribadi sebagai pengemudi.

“Saya memohon maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut. Itu murni kesalahan saya sebagai pengemudi dan tidak ada kaitannya dengan pemilik kendaraan,” ujar Hidayat dengan nada menyesal.

Hidayat menjelaskan bahwa saat kejadian dirinya sedang menjalankan tugas sebagai sopir pribadi. Ia bertugas mengantar seorang tamu spesial yang merupakan aktor sekaligus influencer ternama. Penugasan tersebut diberikan langsung oleh atasannya, Azis Aji Saputra, yang meminta Hidayat untuk memastikan tamu tersebut sampai ke tujuan dengan aman.

Menurut pengakuan Hidayat, kondisi lalu lintas di kawasan Jalan Pandanaran pada malam itu sangat padat dan kacau. Penutupan sejumlah ruas jalan dilakukan terkait dengan pelaksanaan Semarang Night Carnival 2026. Situasi diperparah oleh hujan deras yang mengguyur Kota Semarang secara terus-menerus, membuat visibilitas berkendara sangat terbatas.

Ia mengaku telah berupaya mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan parah. Namun, usahanya terhambat oleh banyaknya portal penutupan jalan yang dipasang di berbagai titik strategis. Atas arahan langsung dari atasannya, Hidayat kemudian mencoba berinisiatif meminta izin kepada petugas kepolisian yang sedang berjaga di lokasi penutupan.

“Saat itu hujan deras dan kondisi jalan sangat padat. Saya sudah meminta izin secara lisan kepada petugas di lokasi. Karena tujuan kami hanya ke hotel yang berada tepat di sebelah portal, saya diperbolehkan melintas,” jelas Hidayat mempertanggungjawabkan tindakannya.

Ia juga menambahkan bahwa saat itu terdapat sejumlah pengendara lain, khususnya pengguna sepeda motor, yang lebih dahulu berhasil melintas di jalur yang sama sebelum dirinya mengambil keputusan untuk menerobos.

Kuasa hukum Hidayat, Dr. (Hc). Joko Susanto, S.H., M.H., menegaskan bahwa kliennya telah menunjukkan itikad baik yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan kesediaan Hidayat mengakui kesalahan dan memberikan klarifikasi transparan kepada publik. Joko Susanto menilai bahwa kejadian tersebut perlu dipahami secara utuh, termasuk mempertimbangkan kondisi lapangan yang sebenarnya terjadi pada malam itu.

“Klien kami telah mengakui kesalahan dan meluruskan kronologi kejadian. Pada prinsipnya, ia melintas setelah memperoleh izin lisan dari petugas di lokasi. Kami berharap publik dapat menyikapi secara proporsional dan tidak memperluas polemik,” ungkap Joko Susanto dengan nada diplomatis.

Ia menambahkan bahwa tujuan kliennya semata-mata adalah mengantarkan tamu ke hotel yang berjarak sangat dekat dari lokasi kejadian. Situasi saat itu dinilai bersifat mendesak karena tamu yang diantar memiliki jadwal padat dan kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Sebagai informasi tambahan, penutupan jalan di kawasan Jalan Pandanaran dilakukan dalam rangka pengamanan Semarang Night Carnival 2026. Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-479 Kota Semarang. Namun, sayangnya kegiatan tersebut harus dibatalkan mendadak akibat hujan deras yang menyebabkan genangan air di sejumlah titik rute utama. Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan para peserta carnival.

Meskipun acara utama dibatalkan, pihak kepolisian tetap menerapkan rekayasa lalu lintas secara penuh. Langkah ini diambil demi menjaga ketertiban dan keselamatan pengguna jalan di sekitar lokasi yang sebelumnya direncanakan sebagai rute carnival. (Wijaya)