banner ucapan hut ri ke 81 kabupaten oku selatan
BoltimTopik Terkini

Rahman Salehe Utus 53 Imam Masjid se-Boltim Berangkat Umroh Ke Tanah Suci

99
×

Rahman Salehe Utus 53 Imam Masjid se-Boltim Berangkat Umroh Ke Tanah Suci

Sebarkan artikel ini
53 imam masjid boltim umroh

Boltim, Sulawesi Utara – Langkah nyata dalam membangun fondasi moral dan spiritual masyarakat kembali ditunjukkan oleh jajaran wakil rakyat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boltim, Rahman Salehe, secara resmi merealisasikan janji dan komitmen keagamaan yang telah lama dinantikan oleh para tokoh agama di wilayah tersebut.

Tepat pada hari Selasa, 11 Agustus 2026, politisi senior yang dikenal dekat dengan masyarakat akar rumput ini resmi melepas keberangkatan 53 orang Imam Masjid se-Kabupaten Boltim untuk menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci Makkah, Arab Saudi.

Agenda besar ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah pembangunan bidang keagamaan dan kesejahteraan batiniah para pemuka agama di Bolaang Mongondow Timur.

Pelepasan Khidmat di Kediaman Kotabunan

Prosesi pelepasan puluhan jemaah umroh tersebut berlangsung dengan penuh rasa haru, khidmat, dan kekeluargaan.

Acara dipusatkan langsung di kediaman pribadi keluarga besar Rahman Salehe-Mamonto yang terletak di Desa Kotabunan Induk, Kecamatan Kotabunan.

Sejak pagi hari, kediaman beliau sudah dipadati oleh para imam masjid yang mengenakan pakaian seragam jemaah, didampingi oleh sanak keluarga, serta ratusan warga setempat yang datang untuk memberikan doa restu.

Keberangkatan para pemuka agama kali ini mencakup representasi yang merata dari enam kecamatan yang ada di seluruh wilayah administrasi Kabupaten Boltim.

Hal ini menegaskan bahwa program spiritual yang digagas oleh Rahman Salehe tidak tebang pilih dan dirancang untuk menyentuh seluruh lapisan masyarakat secara adil, lintas wilayah, serta tanpa memandang sekat geopolitik lokal.

Wujud Penghargaan Atas Dedikasi Pembimbing Umat

Bagi masyarakat Bolaang Mongondow Timur, figur seorang imam masjid adalah garda terdepan dalam menjaga moralitas publik.

Imam masjid bukan sekadar individu yang memimpin jalannya salat berjamaah lima waktu, melainkan juga seorang mediator sosial, pembimbing mualaf, guru mengaji, dan penyejuk suasana di tengah-tengah dinamika kemasyarakatan.

Melalui program pemberangkatan umroh gratis ini, Rahman Salehe ingin memberikan sebuah penghargaan tertinggi (reward) atas dedikasi dan keikhlasan para imam yang telah bertahun-tahun mengabdi tanpa pamrih demi menjaga syiar Islam di desa masing-masing.

Fasilitasi perjalanan ibadah ke Makkah dan Madinah ini diharapkan mampu menjadi penyemangat baru bagi para tokoh agama untuk terus konsisten membimbing moral generasi muda di Boltim.

Membawa Misi Doa Kolektif untuk Daerah

Dalam sambutan resminya di hadapan ratusan hadirin, Rahman Salehe tidak mampu menyembunyikan rasa syukur dan harunya.

Beliau menegaskan bahwa keberhasilan memberangkatkan 53 imam masjid ini bukanlah pencapaian pribadi semata, melainkan buah dari doa, dukungan, dan sinergi seluruh elemen masyarakat yang selama ini terus memberikan amanah serta kepercayaan kepadanya sebagai wakil rakyat di parlemen.

“Secara pribadi dan atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Boltim yang telah hadir dan bersama-sama mendoakan keselamatan para imam kita. Ini adalah perjalanan ibadah yang suci,” ujar Rahman Salehe dengan nada bergetar penuh rasa syukur.

Lebih lanjut, legislator Boltim ini juga menitipkan sebuah misi spiritual yang sangat mendalam kepada ke-53 imam masjid tersebut.

Beliau meminta agar selama berada di tempat-tempat mustajab di Tanah Suci seperti di depan Ka’bah, Maqam Ibrahim, Raudhah, dan Padang Arafah para imam tidak lupa menyisipkan doa khusus demi keselamatan, keberkahan, kemakmuran, dan kedamaian seluruh masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Dampak Jangka Panjang Pembangunan Spiritual

Investasi dalam bentuk pembangunan spiritual dinilai memiliki dampak jangka panjang yang tidak kalah penting dibandingkan pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan dan gedung.

Pengalaman spiritual langsung yang didapatkan oleh para imam selama berada di Makkah dan Madinah diyakini akan memperluas cakrawala keilmuan, memperdalam rasa keimanan, serta memberikan energi positif yang baru.

Sekembalinya ke tanah air nanti, para imam ini diharapkan dapat menularkan nilai-nilai kesabaran, kedisiplinan, dan toleransi yang mereka pelajari di Tanah Suci kepada para jemaah di masjid mereka masing-masing.

Program keagamaan yang konsisten dijalankan oleh Rahman Salehe ini pun menuai badai apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat, tokoh pemuda, hingga organisasi keagamaan di Sulawesi Utara.

Langkah ini dinilai sebagai contoh nyata bagaimana seorang figur pemimpin politik mampu mengintegrasikan tanggung jawab kedewanan dengan kepedulian nyata terhadap penguatan nilai-nilai religius di daerah pemilihan mereka. (FAM)