banner ucapan hut ri ke 81 kabupaten oku selatan
SemarangTopik Terkini

Program Brilian Bassama: Inovasi Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan di Semarang

172
×

Program Brilian Bassama: Inovasi Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan di Semarang

Sebarkan artikel ini
Program reintegrasi sosial klien pemasyarakatan Brilian Bassama di Semarang

AktualTimes.com, Semarang – Balai Pemasyarakatan Kelas I Semarang menggelar kegiatan Brilian Bassama (Bimbingan Kepribadian dan Kemandirian Keliling) pada Senin, 20 April 2026, di Griya Abhipraya Yayasan Abwabun Nurul Maghfiroh. Acara ini diikuti oleh 40 klien pemasyarakatan dengan pendampingan langsung dari tenaga profesional, menandai langkah konkret dalam upaya program reintegrasi sosial klien pemasyarakatan yang berkelanjutan.

Kegiatan dimulai dengan doa bersama dan sambutan pembukaan dari perwakilan Edufarm Kecamatan Ngaliyan. Dalam momentum tersebut, dilakukan juga penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako secara simbolis kepada perwakilan peserta, sebagai bentuk dukungan nyata dalam proses rehabilitasi.

Sesi utama kegiatan terbagi dalam dua fokus pembinaan. Pertama, bimbingan kepribadian yang menekankan penguatan nilai-nilai keagamaan untuk membentuk moral dan spiritual peserta. Kedua, bimbingan kemandirian yang diwujudkan melalui pelatihan urban farming interaktif oleh tim Edufarm Kecamatan Ngaliyan. Pendekatan aplikatif ini dirancang agar peserta memperoleh keterampilan praktis yang dapat langsung diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Program reintegrasi sosial klien pemasyarakatan Brilian Bassama di Semarang

Untuk meningkatkan antusiasme dan partisipasi, panitia memberikan doorprize sembako kepada peserta yang aktif berkontribusi selama sesi berlangsung. Suasana kegiatan berjalan tertib dan mendapat sambutan positif dari seluruh peserta.

Kepala Bapas Kelas I Semarang, Totok Budiyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun karakter. “Kami ingin klien tidak hanya menyelesaikan proses hukum, tetapi juga benar-benar siap berperan aktif di tengah masyarakat,” ungkapnya. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi multi-pihak dalam menjamin keberlanjutan program pembinaan.

Program reintegrasi sosial klien pemasyarakatan semacam Brilian Bassama diharapkan dapat menjadi model pembinaan holistik. Program ini tidak sekadar menyentuh aspek hukum, melainkan juga mengakomodasi dimensi kemanusiaan, pengembangan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi secara berkelanjutan. (Wijaya)