JombangNasionalTopik Terkini

Presiden Prabowo Resmi Tutup Muktamar NU ke-35, PBNU Masuki Era Baru

279
×

Presiden Prabowo Resmi Tutup Muktamar NU ke-35, PBNU Masuki Era Baru

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Resmi Tutup Muktamar NU ke-35
Sumber Foto: presidenri.go.id

Jombang, Jawa Timur – Rangkaian Muktamar NU ke-35 resmi berakhir di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Presiden Prabowo Subianto menutup agenda tersebut pada Senin, 31 Agustus 2026.

Penutupan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Muktamar digelar selama lima hari sejak 27 Agustus 2026.

Forum tersebut menetapkan kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam.

Sementara Abdul Hakim Mahfudz menerima amanah sebagai Ketua Umum PBNU. Kepengurusan baru akan menjalankan masa khidmat 2026-2031.

Muktamar NU ke-35 Ditutup Presiden Prabowo di Jombang

Acara penutupan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, peserta menyanyikan lagu Syubbanul Wathon.

Doa bersama kemudian dipimpin K.H. Abdurrozaq Sholeh. Ia merupakan Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Ketua Panitia Muktamar, Saifullah Yusuf, selanjutnya melaporkan hasil forum. Laporan tersebut mencakup keputusan penting mengenai kepemimpinan PBNU.

Miftachul Akhyar kembali mendapatkan amanah sebagai Rais Aam PBNU. Abdul Hakim Mahfudz terpilih sebagai Ketua Umum PBNU.

“Kami ingin mengucapkan selamat kepada Yang Mulia Kiai Miftachul Akhyar yang kembali mendapatkan amanah sebagai Rais Aam PBNU, dan juga selamat kepada KH Abdul Hakim Mahfudz yang mendapatkan amanah sebagai Ketua Umum PBNU,” katanya.

Prabowo Apresiasi Muktamar NU yang Berlangsung Rukun

Presiden Prabowo menyampaikan selamat kepada jajaran kepemimpinan terpilih. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Muktamar NU ke-35.

Menurut Presiden, forum tersebut berlangsung dengan suasana tertib dan penuh kebersamaan. Ia menilai muktamar dapat diselesaikan secara sukses dan damai.

“Saya ucapkan selamat kepada pimpinan NU yang terpilih. Saya ucapkan selamat atas berjalannya muktamar dengan sukses, dengan guyub, dengan rukun,” ucap Presiden.

Pernyataan tersebut menjadi pesan penting pada akhir rangkaian muktamar. NU memasuki periode kepengurusan baru setelah forum lima hari.

Kepemimpinan baru juga membawa amanah besar bagi organisasi. Terutama dalam menjaga persatuan serta kerukunan di tengah masyarakat.

Presiden Prabowo Terima Kartanu dari Rais Aam PBNU

Ada momen khusus dalam penutupan Muktamar NU ke-35 tersebut. Presiden Prabowo menerima Kartu Tanda Anggota NU atau Kartanu.

Kartanu diserahkan langsung oleh Rais Aam Miftachul Akhyar. Penyerahan berlangsung dalam rangkaian acara penutupan muktamar.

Setelah itu, Presiden secara resmi menutup seluruh rangkaian forum. Penutupan ditandai dengan penabuhan bedug.

“Selamat atas terlaksananya muktamar ke-35 dan negara bangsa dan umat menunggu dharma bakti Nahdlatul Ulama di hari-hari, bulan-bulan, dan tahun-tahun yang akan datang,” tandasnya.

Pesan tersebut menekankan besarnya harapan kepada kepengurusan PBNU. Peran NU dinilai tetap penting bagi umat dan bangsa.

Kepengurusan PBNU 2026-2031 Memulai Amanah Baru

Berakhirnya Muktamar NU ke-35 sekaligus membuka masa kepemimpinan baru. Kepengurusan PBNU 2026-2031 kini memulai amanah organisasi.

Pemukulan kentungan oleh Presiden Prabowo menjadi penanda akhir muktamar. Momentum tersebut juga menandai dimulainya tanggung jawab kepengurusan baru.

PBNU diharapkan terus menjaga persatuan di tengah kehidupan masyarakat. Kerukunan juga menjadi bagian penting dari amanah tersebut.

Dharma bakti kepada umat, bangsa, dan negara menjadi pesan utama. Harapan itu disampaikan pada penutupan forum terbesar Nahdlatul Ulama tersebut.

Dengan berakhirnya agenda di Jombang, perhatian kini tertuju pada PBNU. Kepemimpinan baru akan menjalankan hasil dan amanah muktamar.

Miftachul Akhyar kembali mengemban tugas sebagai Rais Aam. Sementara Abdul Hakim Mahfudz memimpin PBNU untuk masa khidmat 2026-2031.

Muktamar NU ke-35 pun ditutup dengan pesan mengenai persatuan dan pengabdian. Kepengurusan baru kini memasuki fase pelaksanaan amanah hasil muktamar. (FAM)

Suka artikel kami? Jadikan situs ini Sumber Pilihan Anda di Google!

Follow di Google Search