Kuala Lumpur, Malaysia — Gelar kehormatan akademik tertinggi kembali menyertai perjalanan karier Dr. K.P. H. Katno Hadi, S.E., M.M., M.H. Pria yang menjabat sebagai Ketua Umum Senkom Mitra Polri ini secara resmi menerima pengukuhan Guru Besar (Profesor) dari ASEAN University International (AUI), Malaysia, dalam acara wisuda internasional yang berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026. Upacara kelulusan tahun akademik 2025/2026 tersebut digelar secara megah di Grand Hyatt Kuala Lumpur, menghadirkan civitas akademika dan delegasi dari berbagai negara ASEAN.
Penganugerahan gelar profesor bagi Katno Hadi bukan sekadar formalitas akademik. Dalam momentum bersejarah itu, ia menyampaikan Orasi Ilmiah Pengukuhan Guru Besar dengan judul “Integrated Tourism Economic Resilience Framework (ITERF). Paradigma Baru Kepariwisataan untuk Membangun Ketahanan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia.” Orasi tersebut menjadi puncak dari dedikasinya di dunia akademisi sekaligus cerminan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Inovasi Kebijakan Pariwisata Berbasis Ketahanan Ekonomi (ITERF)
Dalam paparannya, Prof. Katno Hadi memperkenalkan sebuah kerangka konseptual yang belum pernah diusulkan sebelumnya dalam literatur kepariwisataan Tanah Air. Integrated Tourism Economic Resilience Framework (ITERF) dirancang sebagai pendekatan holistik yang menyatukan dimensi ekonomi, sosial, tata kelola pemerintahan, dan pemberdayaan komunitas lokal. Berbeda dengan model pembangunan pariwisata konvensional yang menitikberatkan pada angka kunjungan dan devisa, ITERF menempatkan sektor pariwisata sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional secara menyeluruh.
“Paradigma ini mengubah cara pandang kita terhadap pariwisata. Bukan lagi sekadar penggerak pertumbuhan ekonomi semu, melainkan fondasi kesejahteraan berkelanjutan bagi rakyat Indonesia,” ujar Prof. Katno Hadi dalam orasinya. Konsep tersebut ia bangun berdasarkan hasil penelitian disertasi doktoralnya yang diselesaikan tahun 2025 di Universitas Borobudur dengan predikat sangat memuaskan, yang mengkaji potensi sektor pariwisata di kawasan Solo Raya.
Pengakuan Internasional atas Kiprah Akademik dan Sosial
Keputusan pengukuhan Guru Besar tertuang dalam surat resmi Presiden ASEAN University International, Prof. Dr. Suhendar, S.E., S.H., LL.M., tertanggal 17 Juli 2026. Dalam korespondensi tersebut, pihak kampus menyampaikan apresiasi mendalam atas kesediaan Katno Hadi menghadiri prosesi wisuda dan menegaskan bahwa pencapaian ini mencerminkan keunggulan intelektual serta pengabdiannya di bidang kepemimpinan dan pengembangan masyarakat.
Pengakuan dari institusi pendidikan tinggi ASEAN ini sekaligus memperkuat reputasi internasional Prof. Katno Hadi sebagai akademisi, praktisi bisnis, dan tokoh organisasi kemasyarakatan. Sepanjang kariernya, ia secara konsisten membangun jembatan sinergi antara dunia pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ketahanan nasional melalui berbagai program strategis.
Kepemimpinan di Senkom Mitra Polri dan Pilar Bela Negara
Di tengah kesibukan akademik, Prof. Katno Hadi tetap aktif memimpin Senkom Mitra Polri, organisasi kemasyarakatan yang berperan sebagai mitra strategis Kepolisian Republik Indonesia. Di bawah komandonya, organisasi ini memperkuat kolaborasi lintas instansi, termasuk Kementerian Pertahanan, Basarnas, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Fokus pengabdiannya terbagi dalam tiga klaster utama: pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), penanggulangan bencana, serta penguatan semangat bela negara.
Untuk meningkatkan efektivitas operasional, Senkom Mitra Polri juga mengembangkan Senkom Digital Communication (SDC), sebuah sistem komunikasi digital yang mempercepat koordinasi dalam merespons berbagai situasi darurat dan mendukung program prioritas pemerintah. Inovasi ini menunjukkan komitmen organisasi dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi demi pelayanan publik yang lebih responsif.
Implikasi ITERF bagi Kebijakan Pariwisata Nasional
Kehadiran ITERF diharapkan dapat menginspirasi penyusunan kebijakan pariwisata berkelanjutan di tingkat pusat maupun daerah. Dengan mengintegrasikan aspek ketahanan ekonomi, kerangka ini menawarkan solusi bagi tantangan yang dihadapi destinasi wisata Indonesia, mulai dari fluktuasi ekonomi global, dampak perubahan iklim, hingga kesenjangan sosial di komunitas lokal. Pendekatan berbasis bukti yang diusulkan Prof. Katno Hadi membuka peluang bagi sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat adat dalam mengelola potensi wisata secara inklusif.
Pengukuhan Guru Besar yang berlangsung bersamaan dengan wisuda internasional AUI ini juga menegaskan semakin pentingnya jejaring akademik global dalam melahirkan pemimpin-pemimpin yang mampu memberikan solusi nyata bagi tantangan pembangunan. Kehadiran lulusan dan tamu kehormatan dari berbagai negara menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas batas tetap menjadi kunci inovasi di era globalisasi.
Tonggak Baru Pengabdian untuk Bangsa
Pencapaian Prof. Dr. H. Katno Hadi menjadi bukti nyata bahwa dedikasi di dunia organisasi, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan ilmu pengetahuan dapat berjalan selaras. Dari ruang kelas hingga panggung internasional, ia terus menunjukkan bahwa kontribusi bagi bangsa tidak mengenal batas disiplin. Dengan lahirnya konsep ITERF, Indonesia kini memiliki fondasi teoretis baru untuk mempercepat transformasi sektor pariwisata menuju arah yang lebih berdaya tahan, berkeadilan, dan berkelanjutan. (Tim/Redaksi)







