Dakwah memang perlu jarak agar tetap mampu bersuara. Tetapi jarak tidak selalu berarti di luar sistem. Jarak bisa dimaknai sebagai independensi sikap, bukan posisi fisik terhadap kekuasaan.
Program sebesar MBG akan terus berjalan dengan atau tanpa satu ormas. Namun marwah organisasi ditentukan bukan hanya oleh apakah ia masuk atau tidak masuk, melainkan oleh bagaimana ia menjaga integritas ketika berada di dalam.
Di sinilah letak pertaruhannya: bukan sekadar dapur gizi, tetapi dapur risiko. Bukan sekadar pelayanan sosial, tetapi ujian kedewasaan kelembagaan.
Maka, keterlibatan Persis dalam MBG dapat disepakati sebagai langkah strategis dakwah bil hal—selama independensi, transparansi, dan keberanian moral tetap menjadi fondasi. Tanpa itu, partisipasi kritis mudah tergelincir menjadi partisipasi pragmatis.
Penulis : Riyan Hidayatulloh (Ketua Umum Pimpinan Wilayah Hima Persis Jawa Barat)







